Keterangan : Bumdes Afdeling II Kecamatan Bilah Barat sepuluh besar terbaik se Sumatera Utara dengan nilai Asset mencapai Rp 1,6 Milyar.
LABUHANBATU ( Portibi DNP ):Miris kedengarannya, dari 75 desa se Kabupaten Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara masih banyak desa tidak memiliki badan usaha milik desa ( Bumdes ) yang bersumber dari anggaran Dana Desa ( DD ) dikucurkan setiap tahunnya untuk desa didaerah Kabupaten dan kota. Dan, diketahui Dana Desa tersebut bersumber dari APBN pusat atas program yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, Kementerian Desa bersama Kementerian keuangan RI yang setiap tahunnya ditransfer langsung ke Desa untuk membantu desa desa didaerah Kabupaten agar mandiri dari dana desa tersebut. Dan, dari kucuran dana desa (DD) dengan jumlah milyaran rupiah setiap tahunnya itu, Pemerintah berharap agar desa desa bisa menjadi desa Mandiri dari badan usaha milik desa ( Bumdes ) tersebut.
Namun, terbilang sudah beberapa tahun desa di Kabupaten Labuhanbatu menerima kucuran DD tersebut, ironisnya masih banyak desa desa tidak memiliki usaha Bumdes. Kalaupun ada Bumdes terakhirnya Bangkrut alias Marbulut dengan berbagai macam alasan yang selalu dilontarkan oleh para pejabat Kades dari 75 desa se Kabupaten Labuhanbatu itu
Dari 75 desa se Kabupaten Labuhanbatu, ada salah satu desa yang bisa muncul dan bisa memperoleh penghargaan yaitu masuk sepuluh besar Bumdes terbaik se Sumatera Utara yaitu Desa Afdeling II Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu.
“Ya, Bumdes Tunas Mekar desa Afdeling II masuk sepuluh besar Bumdes terbaik se Sumatera Utara”, ungkap Ketua Bumdes Tunas Mekar desa Afdeling II Anto Bangun kepada media ini, Rabu (1/11/2023) saat bincang bincang di usaha Bumdesnya di Jalinsum Km 7,5 Rantau Prapat Medan desa Afdeling Ii Bilah Barat Labuhanbatu.
Anto Bangun mengungkapkan, ianya hanya sekali saja menggunakan sumber anggaran Dana Desa (DD) Afdeling II dan dengan bermodalkan sebesar Rp 932 juta rupiah pada bulan Agustus 2022, Anto Bangun dengan berani sewa lahan PTPN III Janji Rantau Prapat seluas empat rantai setengah, Anto Bangun dengan semangat dan kerja keras mengelola Bumdes Afdeling II. Dengan usaha Pertasok Pertamina dengan BBM Pertamax 92 dan usaha Kuliner serta UMKM serta warkop santai dengan berbagai macam menu diiringi dengan Karaoke serta Wifi gratis itu. dalam satu Bumdes desa Afdeling II naik dan meloncak dengan memiliki simpanan Aset sebesar Rp 1,6 milyar ditahun 2023.
” Ya, DD tahun 2022. Setelah itu DD tahun 2023 sampai saat ini tidak aja saya gunakan, bahkan gaji saya saja tidak saya ambil. Terus terang saja, dari usaha Bumdes dengan berbagai macam usaha yang saya buat ini dan pekerja saya gaji dan bila kalau diperlukan seluruh perangkat desa maupun petugas didesa sudah bisa saya gaji dari hasil Bumdes ini. Itu sebagai.contohnya.. Dan, artinya, Desa Afdeling II saat ini telah mandiri diatas kaki nya sendiri”,ucap Anto Bangun.
Namun, Anto Bangun berkeinginan lagi mengembangkan usaha Bumdes dengan membangun Hotel penginapan diatas usaha Bumdes Tunas Mekar yang ada saat ini. Dan, ianya juga berkeinginan membangun pasar kios 14 pintu untuk menambah lapangan pekerjaan bagi warga desa sekitarnya..
“Ya, kita sudah rencanakan bangun Hotel diatas bangunan Warkop ini bertingkat keatas melebar kesamping bentuk bangunan Hotel. Setelah itu di sebelah Bundes ini ada lahan, PTPN III juga, masih dalam proses izinnya, rencananya akan kita bangun pasar kios sebanyak 14 pintu, seperti pasar pagi bagi seluruh warga yang ada disekitar desa dan Kecamatan Bilah Barat. Warga tidak perlu lagi jauh jauh ke pasar Glugur kota Rantau Prapat yang jarak tempuhnya mencapai 10 Km dari Bumdes Afdeling II ini”,bilang Anto Bangun yang optimis bahwa lahan PTPN III Janji Rantau Prapat yang disewanya itu 40 juta selama 5 tahun, suatu saat seluruh lahan tempat usaha Bumdes itu menjadi milik Asset desa Afdeling II Kecamatan Bilah Barat.
Lalu, bagaimana dengan desa yang lain dari 75 desa se Kabupaten Labuhanbatu, pasalnya, ada dugaan DD didesa terindikasi kerugian Keuangan Negara atas tidak tepat sasarannya pada Program Pemberdayaan Masyarakat Desa yang bersumber dari Dana Desa setiap tahun.
Berita : Mora Tanjung.

























