Seleksi PPPK Ricuh, Ini Pandangan SATMA AMPI Madina

 

 

 

MADINA(Portibi DNP): Sedih Melihat Peserta PPPK Mandailing Natal Yang Tidak Lulus Dan Mengikuti Aksi Unjuk Rasa 27 Desember 2023

 

Perguliran Hari Menuju 2024 Tinggal Menghitung Jari, Penerimaan PPPK Sudah Di buka Lagi Untuk Formasi Selanjutnya…

 

Muhammad Ludfi Nasution, selaku Ketua Satma Ampi Madina, dan Anugerah Imam Samudra,S.H. selaku Bendahara Satma Ampi, memberikan pandangan dan komentar nya saat di hubungi media ini,

 

Menurut Ludfi, Seandainya Isu PPPK Mandailing Natal Menjadi Isu Nasional Yang menjadi perbincangan Nasional Bahkan menjadi perhatian Menpan-RB Lalu Demikian Pemkab Mandailing Natal Yang dalam hal ini sebagai penyelenggara di Nilai gagal dan tidak lagi memiliki kesempatan untuk mendapatkan kuota formasi PPPK Di Mandailing Natal Lantas Bagaimana Nasib Guru PPPK Mandailing Natal Yang Belum lulus tahun ini ???

 

Siapa sebenarnya yang menjadi raja tega dalam hal tersebut atau dalam aksi yang di gelar tadi 27 Desember 2023 dan sampai 28 November ini Berlangsung RDP Di Kantor DPRD Mandailing Natal dan Kantor Bupati Mandailing Natal Bahkan sampai Menyeruduk Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal???

 

Sama sama kita ketahui bahwa sebelumnya kuota Formasi PPPK Di Mandailing Natal hanya Kurang lebih 11 Formasi Untuk Tenaga kesehatan, Serta formasi untuk Guru sudah seperti yang tersedia saat ini, lantas yang di pertanyakan kenapa kuota Guru Sekian Banyak nya dan nakes yang sebelumnya 11 menjadi 500 Lebih Sekian, Kenapa? Karena tidak lain ada campur tangan dan hal yang di perjuangkan dalam kuota Formasi PPPK Mandailing Natal Oleh Pemerintah Mandailing Natal.

 

Mari Kita Kembali Berkaca Pada Peraturan Menpan-RB Sebelum nya Yaitu Masa Alm. Cahyo Kumolo (30 November 2021) Dimana Kalau Kita Masih Mengingat Seluruh Tenaga Honorer Dirumahkan atau di Tiadakan.

Kita melangkah selangkah dari Kabupaten Mandailing Natal ke Kabupaten Tapanuli Utara Dimana Pembukaan Formasi PPPK Disana Sepi Peminat, kenapa sepi Peminat? Karena disana semua Tenaga Honorer Dirumahkan atau Tiadakan, Sayang nya tidak lama setelah itu Pembukaan Formasi PPPK Disana di buka sepi peminat karena tidak ada lagi tenaga Honorer disana terang Ludfi.

 

Dan di tempat yang sama, Anugerah Imam Samudra selaku Bendahara juga memberikan pandangan nya,

 

Kita kembali ke Mandailing Natal lantas apakah ada di Kabupaten Mandailing Natal ini honorer baik Guru baik Nakes Yang di berhentikan sebagai honorer? Mungkin Tidak, sebab semua pelamar Perioritas masih berstatus sebagai tenaga honorer dan memiliki kesempatan untuk melamar Sebagai peserta PPPK Mandailing Natal.

 

Jangan hanya kepentingan beberapa oknum yang dalam hal ini saya berani menyebutnya sebagai Calo atau agen pelamar PPPK Mandailing Natal. Bahkan tidak jauh dari itu yang menjadi asumsi kita bersama, apakah benar aksi unjuk rasa guru-guru itu di tunggangi oleh oknum oknum yang sudah tidak bertanggung jawab atau sudah menghabiskan uang titipan PPPK Mandailing Natal itu???

Itu Semua Akan Merusak Tatanan Ketertiban Penerimaan Formasi PPPK Mandailing Natal yang akan datang.

 

Mari sama sama berpikiran cerdas, jangan hanya kepentingan sepihak atau kepentingan pribadi melibatkan atau mengorbankan harapan orang yang berhak.

Bahkan banyak kabar yang beredar, bahwa banyak peserta Unjuk Rasa Tadi yang di duga tidak memenuhi kewajiban nya sebagai Guru baik dalam mengajar di sekolah seperti bolos, dan sering tidak masuk tanpa alasan, apakah hal demikian masih layak untuk di kategorikan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ???

 

Juga sebagai gambaran, peserta P3K yang tidak lulus ini, bukan mereka saja guru di Madina ini, 900 an lebih yang lulus itu juga adalah guru,

Bahkan kami juga merasa miris mendengar pernyataan “AROGAN” Koordinator massa aksi itu, yang meng ingin kan pengumuman di batalkan, jika di batalkan bagaimana juga perasaan para guru yang 900 an lebih itu? Coba kita bayangkan saja dengan menyampingkan egoisme masing-masing.**

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar