MEDAN (Portibi DNP) : Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan H. Iswanda Ramli SE secara tegas menyatakan siap membantu konstituen.
Penegasan itu disampaikannya saat pelaksanaan reses II masa sidang II tahun 2024-2025 di Lapangan Baronet Jalan Starban Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia Medan, Sabtu (22/2/2025).
Untuk itu, anggota dewan asal daerah (Dapil) V Kota Medan meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, Medan Polonia dan Medan Selayang ini pun ingin mendengar langsung aspirasi yang disampaikan konstituennya.
Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Medan ini, dirinya sering mendengar keluhan masyarakat baik menyangkut bantuan sosial (Bansos), program keluarga harapan (PKH), pendidikan, kesehatan dan lainnya, termasuk bantuan untuk lanjut usia (Lansia)
“Saya hadir disini ini ingin mendengar langsung keluhan bapak-ibu baik menyangkut Bansos, PKH, Pendidikan, Kesehatan, bantuan lansia dan lainnya,”ujar Nanda Ramli dalam resesnya tersebut.
Untuk itu Nanda Ramli minta kepada masyarakat yang hadir dalam resesnya tersebut agar tidak sungkan menyampaikan aspirasinya.
“Silakan bapak – ibu sampaikan aspirasinya, untuk masyarakat dapil V ini sekuat tenaga saya siap membantu,”ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Nanda Ramli juga mengungkapkan, ada bantuan baju seragam untuk anak sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, program ini diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu.
“Saya sudah koordinasi dengan Disdikbud Kota Medan, untuk warga yang tidak mampu di Kecamatan Medan Polonia harus dapat,”papar Nanda Ramli
Dalam reses tersebut sejumlah wargapun menyampaikan aspirasinya, seperti Sri Ningsih, ibu rumah yang tinggal di Jalan Balai Desa Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia ini menanyakan program bantuan untuk lansia
“Orang tua saya masuk dalam kategori lansia, tapi tidak pernah mendapat bantuan, padahal dia sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),”bagaimana itu pak ?,” tanya Sri Ningsih.
Pertanyaan lain diungkap Yani, warga Jalan Starban Gang Lurah Kelurahan Polonia Kecamatan Polonia ini menanyakan apakah jika kartu ATM PKH hilang bisa diurus kembali.
Sementara Fatimah warga Jalan Starban Gang Mandala Kelurahan Polonia Kecamatan Polonia menanyakan pengurusan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Dulu BPJS Kesehatan kami ditanggung perusahaan, namun setelah suami saya terkena penyakit lalu dikeluarkan dari perusahaan, tapi BPJS Kesehatan suami masih tetap berjalan, sedangkan BPJS kami sudah tidak bisa lagi digunakan, kalau mau diaktifkan katanya harus melunasi semua tunggakan,”ungkap Fatimah.
Pertanyaan lain diungkap Fatimah tentang pohon tepi jalan banyak yang sudah tua dan terancam tumbang, seperti di depan rumah sakit Elisabeth kondisinya nyaris tumbang karena sudah banyak yang tua.
Menjawab pertanyaan tersebut Perwakilan Dinas Sosial yang juga Koordinator Kota PKH Dedi Irwanto Pardede mengatakan saat ini Dinas Sosial Kota Medan sedang giat-giatnya memperbaiki data penerimaan bansos.
“Saat ini Pemko Medan melalui Dinas Sosial sedang memperbaiki data penerimaan bansos agar merata dan berkeadilan, mudah-mudah orang tua ibu Sri Ningsih ada didalam perbaikan data tersebut,”ungkap Dedi Irwanto.
Terkait pertanyaan Fatimah tentang BPJS Kesehatannya yang sudah tidak bisa lagi digunakan, Dedi Irwanto Pardede mengatakan, saat ini seluruh warga Medan tidak perlu khawatir jika sakit, karena Pemko Medan telah menanggung kesehatan warganya lewat program Universal Health Coverage (UHC).
Terkait pertanyaan Yani tentang apakah jika kartu ATM PKH hilang bisa diurus kembali, dengan tegas Dedi Irwanto menyatakan tetap bisa diurus asal yang mengurus orangnya langsung, tidak boleh diwakilkan.
Sementara itu terkait pernyataan Fatimah tentang banyaknya pohon yang sudah tua bahkan terancam tumbang, Iswanda Ramli yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan minta lurah dan camat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Karena sekarang persoalan pohon tepi jalan tidak lagi menjadi tanggungjawab Dinas Pertamanan, melainkan Dinas PU, jelas Nanda Ramli.
Hadir dalam reses tersebut Lurah Polonia, Kecamatan Medan Polonia Fitra Asmayanti Nasution, Kepala Puskesmas Polonia dr Yos Martha, Perwakilan Camat Medan Polonia Keli Lia Sumbaya, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Safril, serta ratusan warga Kecamatan Medan Polonia lainnya.P06




















