Tapanuli Tengah(Portibi DNP): Empat belas hari berlalu sejak banjir bandang menerjang Barus dan wilayah sekitarnya, meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga. Di tengah kepanikan, puing-puing rumah, serta gelapnya malam yang dipenuhi kecemasan, ada satu sosok yang konsisten berdiri bersama rakyatnya: Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani.
Bencana itu datang tiba-tiba pada 25 November. Di saat banyak orang berusaha menyelamatkan diri, Rahmansyah justru berada tepat di lokasi saat air bah menggulung pemukiman. Ia selamat dari terjangan, namun yang paling berarti adalah keputusannya untuk tidak meninggalkan Barus.
Pagi harinya, 26 November, ia bergerak cepat membuka dapur umum di depan GOR Barus. Tanpa menunggu komando dan tanpa berharap sorotan, ia memastikan para pengungsi yang kehilangan rumah, harta, dan rasa aman tetap mendapatkan makanan hangat serta perhatian yang layak.
Yang membuat langkahnya semakin berarti: Rahmansyah sebenarnya bisa saja kembali ke Kota Medan, tempat keluarganya tinggal dan menunggunya pulang dengan cemas. Namun ia memilih tetap tinggal di Barus—memilih berada di antara rakyatnya, memikul duka bersama mereka, dan memastikan tak ada satu pun warga yang merasa ditinggalkan.
Hari demi hari berlalu, dan kini memasuki hari ke-14 sejak bencana. Sementara banyak pihak datang dan pergi, Rahmansyah tetap setia berada di lokasi. Dari desa ke desa, dari kelurahan ke kelurahan, ia mengangkat bantuan, mengunjungi pos pengungsian, dan mendengar langsung cerita warga yang kehilangan segalanya.
Hari ini, langkah pengabdiannya tiba di Desa Kinali dan Ujung Batu, membawa bantuan dan semangat yang sama: bahwa setiap warga Barus berhak mendapatkan uluran tangan dan harapan baru.
Kelelahan tentu datang, tubuh pun punya batas. Namun bagi Rahmansyah Sibarani, tanggung jawab moral terhadap masyarakat jauh melampaui kenyamanan pribadi. Ia hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai saudara yang menjaga, menguatkan, dan menerangi hari-hari gelap pascabencana.SF





















