Poldasu Harus Tangkap DPO Mafia Hitam Dalam Kasus Penipuan

 

 

MEDAN(Portibi DNP): Aparat Poldasu harus bergandeng tangan segera menangkap tersangka Amrick Singh sebagai DPO polisi dalam kasus penipuan dan mafia tanah.

Para aktivis dan pemerhati hukum mendukung langkah Poldasu menetapkan Amrick sebagai DPO karena telah merugikan banyak orang.

 

Sudah banyak korban tersangka, tidak hanya seorang almarhum Bijaksana Ginting yang menjadi korbannya, akan tetapi masih banyak lagi lainnya di Kota Medan.

Seperti Harry Jonggi Pasaribu, anak mantan Kasdam I Bukit Barisan Kolonel (Purn) MT. Pasaribu. Ia dan orang tunya menajdi salah satu dari sekian banyak orang Medan yang menjadi korban kejahatan Amrick Singh.

“Orang tua saya menjabat Kasdam dari tahun 1975 sampai 1980. Pada tahun 1986 kami dilaporkan Amrick Singh ke Polrestabea Medan dengan delik penipuan penggelapan. Itulah liciknya dia, dia yang penipu, kami yang dilaporkannya. Mobil kami 4 unit yang menjadi barang bukti pun diambilnya pada saat itu. Pada tahun 1992 perkara kami itu SP3 di Polrestabes Medan. Tapi anehnya pada tahun 1988 mobil kami itu sudah dijual Amrick Singh di Jakarta, padahal saat itu masih dalam proses penyidikan,” ungkap Harry Jonggi di Medan pada Kamis 29 Desember 2022 seperti dikutip dari beberapa laman media.

Harry pun berharap Mabes Polri dan Polda Sumut segera membentuk tim khusus untuk menangkap tersangka Amrick Singh.

“Saya apresiasi Kapolda Sumut yang saat ini Irjen Panca Putra, beliau berani menetapkan seorang Amrick Singh menjadi tersangka. Saya salut dengan Irjen Panca, dan berharap Polda Sumut dengan bantuan Mabes Polri mampu menangkap Amrick Singh, seperti menangkap Apin BK di Malaysia,” katanya.

Menurut Harry, korban kejahatan Amrick Singh bukan hanya dirinya saja, tetapi sangat banyak di Kota Medan. Selain Bijaksana Ginting, masih banyak lagi korban lainnya.

“Korban dari kejahatan Amrick Singh ini cukup banyak di Medan, tidak hanya saya dan almarhum Bijaksana Ginting, akan tetapi masih banyak lagi. Saya pun mengimbau kepada para korban Amrick Singh lainnya untuk segera membuat laporan kembali ke Polda Sumut,” tandasnya.P08

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Usai Sudah Kita Nyoblos..


Bolo : Bersatulah kita membangun bangsa..

 

Kebiasaan yang sudah ada bersatu kita teguh..


Bolo : Jadi semboyan hidup agar maju menuju Indonesia Emas 2045