Medan(Portibi DNP): Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan meminta Gubernur Sumatera Utara untuk segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah I. Permintaan ini menyusul beredarnya imbauan yang ditujukan kepada kepala sekolah terkait pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-59 tingkat Kota Medan.
Dalam imbauan tersebut, pihak sekolah diminta untuk tetap fokus pada kegiatan pembelajaran serta pelaksanaan asesmen, dan tidak mengikuti kegiatan di luar agenda resmi Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kebijakan itu dinilai berpotensi membatasi keterlibatan sekolah dalam rangkaian kegiatan MTQ.
Pemuda Muhammadiyah menilai, imbauan tersebut mencerminkan sikap yang kurang sensitif terhadap nilai-nilai religius serta menghambat partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda tahunan di Kota Medan.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, Irsan Armadi, menegaskan bahwa kebijakan tersebut dapat memicu polemik di tengah masyarakat apabila tidak segera ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi.
“Jangan sampai ini menjadi polemik berkepanjangan. Pelarangan partisipasi dalam agenda MTQ di Kota Medan berpotensi menimbulkan persepsi intoleransi dan ke depan bisa memicu diskriminasi terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan lainnya. Masyarakat tentu akan terus menyoroti hal ini,” ujar Irsan.
Ia berharap Gubernur Sumatera Utara dapat memberikan perhatian serius serta mengambil langkah tegas guna memastikan dunia pendidikan tetap sejalan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.SF




















