Pemkab Karo Depositokan Uang Sebesar Rp85 M, Bunganya Kemana? : Ini Jawaban Kepala BPKAD

MEDAN (Portibi DNP) : Pemerintah Kabupaten Karo mendepositokan uang Kas Daerah sebesar Rp85 miliar ke Bank Sumut dan Bank BRI Cabang Kabanjahe. Deposito tersebut sesuai dengan surat Kepala BPKPAD Kabupaten Karo selaku BUD Nomor 900/9251/BPKPAD/2019 pada PT Bank Sumut Cabang Kabanjahe dan pada BRI Cabang Kabanjahe sesuai dengan Surat Kepala BPKPAD Kabupaten

Karo selaku BUD Nomor 900/9247/BPKPAD/2019 Tanggal 31 Desember 2019 dan
No. 900/9237/BPKPAD/2019.

Anehnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut tidak mencatat berapa nilai uang yang didepositokan Pemkab Karo ke Bank Sumut dan BRI Kabanjahe di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Sumut atas laporan keuangan Pemkab Karo Tahun anggaran 2021. Yang menjadi pertanyaan, berapakah bunga deposito yang di dapat oleh Pemkab Karo dan dipergunakan untuk apa bunga deposito tersebut? Untuk mengetahui berapa jumlah bunga deposito yang didapat dan digunakan untuk apa saja bunga deposito tersebut, portibi.id mencoba menanyakan kepada Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Karo Edi Surbakti.

Edi mengatakan, bahwa kas Pemkab Karo tidak pernah kosong. “Perlu kami jelaskan bahwa, kas Pemkab Karo tidak pernah kosong dan saat ini siap untuk membiayai pembangunan di Kabupaten Karo sesuai peraturan perundang-undangan. Saat ini Pemkab Karo tidak memiliki deposito di bank manapun. Terima kasih atas perhatiannya,” kata Edi lewat pesan WhatsApp, Selasa (17/01/2023).

Edi menambahkan, bahwa pelaksanaan keuangan pada tahun-tahun sebelumnya sudah selesai di audit BPK dan hasilnya sesuai dengan peraturan yag berlaku.”Dan, ketika saya masuk di BPKAD semuanya sudah baik,” ungkapnya. Ia juga meminta kepada portibi.id untuk membaca permendagri 77. “Abang dapat baca Permendagri 77 bahwa deposito diperbolehkan dan kalaupun Pemkab/Pemko mendepositokan dananya, bunganya akan otomatis masuk ke RKUD. Jadi pasti tidak akan dapat digunakan oleh pribadi, sebab sekarang pengelolaan keuangan sudah dilakukan secara digital dan non tunai,” ujarnya, tanpa menyebut berapa jumlah bunga deposito yang diterima Pemkab Karo.

Sebelumnya, publik dibikin heran. Bagaimana tidak, dikala seorang pejabat ingin mendongkrak jabatan, sang pejabat cepat-cepat memanggil media. Gunanya, ya sebagai bahan promosi keberhasilannya. Akan tetapi, di saat ada masalah di instansinya, sang pejabat cepat-cepat tutup mulut dan menghindari media. Aksi tutup mulut ini juga diduga dilakukan D, yang disebut-sebut sebagai humas di Bank BRI Cabang Kabanjahe, saat dikonfirmasi wartawan portibi.id lewat pesan WhatsApp, Kamis (12/01/2023), terkait uang deposito milik Pemerintah Kabupaten Karo.

Padahal, pesan WhatsApp yang dikirim ke nomor 0811-6330-1XX sudah berceklist biru dua, menandakan pesan sudah terlihat atau terbaca. Sekadar latar, Pemerintah Kabupaten Karo diketahui menyimpan uang negara sebesar Rp85 miliar ke Bank Sumut dan BRI Cabang Kabanjahe.Uang tersebut disimpan dalam bentuk deposito. Alhasil, saldo setara kas per 31 Desember 2021 sebesar Rp.0.

Untuk diketahui, dikutip dari lembaran Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) Perwakilan Provinsi Sumut atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Karo tahun anggaran 2021, Kamis (12/01/2023), diketahui sebagai berikut. Saldo setara kas per 31 Desember 2021 sebesar Rp0,00 dan per 31 Desember 2020 sebesar Rp85.000.000.000,00.

Pada TA 2021 deposito jangka pendek ini telah dicairkan atau direklas ke rekening Kas Daerah sehingga saldo deposito menjadi
Rp0,00. Dan, setara kas merupakan Investasi Pemerintah Kabupaten Karo yang didepositokan pada TA 2020 dalam bentuk deposito jangka pendek sebesar Rp85.000.000.000,00, yaitu pada PT Bank Sumut Cabang Kabanjahe sesuai dengan surat Kepala BPKPAD Kabupaten Karo selaku BUD Nomor 900/9251/BPKPAD/2019 dan pada BRI Cabang Kabanjahe sebesar sesuai dengan Surat Kepala BPKPAD Kabupaten
Karo selaku BUD Nomor 900/9247/BPKPAD/2019 Tanggal 31 Desember 2019 dan
No. 900/9237/BPKPAD/2019. (Ilham/BP)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..

-Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

 

-Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi

Jangan Pandang bulu pak, hajar…