Mutia Atiqah : KPU Medan Siap Hadapi Gugatan di MK

Foto: Mutia Atiqah

MEDAN (Portibi DNP) : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan siap menghadapi sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pemilihan wali kota dan wali kota Medan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini dikatakan Ketua KPU Medan Mutia Atiqah kepada wartawan, Kamis (16/1/2025) kemaren.

Dikatakan Mutia pihaknya sudah
menyerahkan jawaban dan alat bukti ke MK jelang sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah kota Medan di MK.

“Sudah kami serahkan pada hari ini jawaban dan alat bukti ke MK untuk sidang lanjutan PHPU Pilkada Medan di MK besok,” kata Mutia.

Menurut Mutia sidang PHPU tersebut beragendakan mendengarkan keterangan pihak terkait mulai dari KPU, Bawaslu dan pasangan yang dinyatakan menang di Pilkada Medan.

Mutia menyampaikan, KPU telah sepenuhnya siap mengikuti sidang di MK. Dan KPU juga telah mempersiapkan kuasa hukum dalam sidang tersebut.

“KPU telah menunjuk pengacara dan satu prinsipal untuk sidang. Tapi pada intinya KPU sudah siap menghadapi gugatan di MK,” ucapnya.

Sebelum KPU telah mengumumkan hasil pemilihan Walikota Medan, pasangan nomor urut 1, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap, meraih suara tertinggi berdasarkan rekapitulasi suara KPU dengan meraup 297.498 suara.

Sementara itu pasangan nomor urut 2, Prof Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani, meraih suara sebesar 190.333 suara. Dan pasangan Hidayatullah dan Yasir Ridho, meraih 115.903 suara.

Pasangan Ridha-Rani kemudian melayangkan gugatan ke MK. Dalam permohonannya mereka meminta agar pemilihan Walikota Medan diulang lantaran rendahnya partisipasi pemilih akibat banjir yang melanda.

Selain itu, mereka menuding kemenangan Rico-Zaki dipenuhi kecurangan seperti pengerahan ASN hingga politik uang.

Pada sidang besok, lanjut Mutia, KPU akan memberikan jawaban perihal permohonan yang disampaikan paslon Ridha-Rani.

“Jawaban tentu sesuai dengan permohonan pemohon yang sudah dibacakan dalam  sidang pendahuluan. Soal materi jawaban kami besok akan disampaikan saat sidang,” pungkasnya.(ril)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar