Mandailing Natal(Portibi DNP): Dugaan praktik tambang emas ilegal yang menyeret seorang Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Nasional Demokrat (Nasdem) salah satu partai politik di sebuah daerah mencuat ke publik. Oknum pimpinan partai tersebut diduga terlibat dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) sekaligus pemasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional tambang ilegal.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, aktivitas tambang emas ilegal itu telah berlangsung cukup lama dan beroperasi di kawasan yang diduga merupakan wilayah hutan lindung dan bantaran sungai. Sejumlah alat berat dilaporkan digunakan untuk mengeruk material tanah yang mengandung emas, menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran air.
Tak hanya itu, oknum Ketua DPC tersebut juga diduga berperan dalam mengatur distribusi BBM untuk mendukung aktivitas tambang. BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat diduga dialihkan untuk menyuplai mesin-mesin tambang, termasuk ekskavator dan dompeng.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ilegal tersebut kerap beroperasi pada malam hari untuk menghindari pantauan aparat.
“Banyak pemain tambang di Kecamatan Batanl Natal ini, praktik tambang menggunakan ekskavator Sudah lama berjalan dedek gondrong (ZA) pun ikut main. Banyak mobil keluar masuk mengantar bbm, dan alat berat bekerja hampir setiap hari,” ujarnya.
Di sisi lain, Pengamat politik lokal dari Kecamatan Siabu menilai, jika dugaan ini terbukti benar, maka partai harus mengambil langkah tegas demi menjaga integritas dan kepercayaan publik.
“Praktik ini dinilai mencoreng marwah partai politik yang selama ini mengusung komitmen terhadap penegakan hukum dan perlindungan lingkungan,” Ucap Penamat Politik asal Siabu itu.
Sementara itu, Wartawan Kompasreal menkonfirmasi Ketua DPC Partai Nasdem melalui tulisan via Whatshap mempertanyakan terkait praktik tambang emas ilegal dan tentang pemasokan BBM berjenis Solar yang pernah viral di apl tiktok beberapa bulan ini, bahwa Ketua DPC Nasdem diduga ikut berperan dalam praktik ilegal di Desa Ampun Padang Kecamatan Batang Natal. Namun beliau menjawab.
“Maaf saya tidak ada sama sekali terlibat yg namanya peti adinda,” tulisnya via Whatshap pada, Kamis, (26/02/2026).
“Kalo dipybgn bagusan jumpa aja kita adinda walaupun besok,” tambah Ketua DPC Partai Nasdem Itu.
Kepada aparat penegak hukum diminta segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan tersebut. Aktivitas pertambangan tanpa izin melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan dapat dikenai sanksi pidana.
Masyarakat berharap adanya transparansi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu, guna memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum, terlebih jika melibatkan figur publik atau elite partai politik. AS/kompasreal




















