Masyarakat Kelurahan Tapus Melakukan Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Hak Atas Lahan Seluas 60 Ha

 

 

MADINA(Portibi DNP): Ratusan Masyarakat Kelurahan Tapus yang merupakan anggota KUD Rimbo Tuo melakukan aksi unjuk rasa kepada PT. Tri Bahtera Srikandi di Desa Patiluban Mudik Kecamatan Natal, Kabupaten Madina. Selasa, 30/07/2024.

 

Tika Arianti Lubis saat di hubungi media ini mengatakan, Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Tapus berjumlah lebih kurang 500 orang.

 

Di dalam orasinya Masyarakat Menuntut hak atas lahan yang di serobot PT. Tri Bahtera Srikandi lebih kurang 60 Hektar (30 Persil sertifikat hak milik).

 

Koperasi Rimbo tuo dan seluruh Masyarakat Kelurahan Tapus menuntut hal-hal Sebagai berikut:

1. Agar PT. Tri Bahtera Srikandi bersedia

mengganti rugi lahan koperasi Rimbo Tuo

Yang dikelola/Serobot oleh PT. TBS sebanyak 30 (Tiga puluh) persil Sertifikat Hak milik.

2. Bersamaandengan poin 1, PT. TBS

Juga bersedia membangun plasma untuk masyarakat kelurahan Tapus melalui kerjasama dengan koperasi Rimbo Tuo dilahan koperasi Rimbo Tuo Lainnya, yang berjumlah 97 (Sembilan puluh Tujuh) Sertifikat Hak Milik untuk masyarakat

3. Bahwa Poin 1 dan poin 2. adalah hal

terpisahkan, dan harus dinyatakan PT. TBS secara tertulis dan ditanda tangani materai

 

A. Apabila poin-poin diatas tidak dapat diwujudkan maka Kami meminta agar Lahan Yang diserobot olen PT-TBS dikembalikan kepada koperasi Rimba tuo.

 

Aksi unjuk rasa yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wib, di karenakan belum mendapat tanggapan dari pihak PT. Tri Bahtera Srikandi, aksi unjuk rasa Masyarakat Kelurahan Tapus terhadap PT. Tri Bahtera Srikandi masih akan berlangsung.

Dan massa masih bertahan di PMKS Sago Nauli di Desa Patiluban Mudik Kecamatan Natal Madina, dan berencana massa akan membangun tenda darurat.MH

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar