MEDAN (Portibi DNP) : Penanganan banjir merupakan satu dari lima program prioritas yang mendapat perhatian serius. Seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, termasuk kewilayahan diminta untuk sigap dalam mencari dan mengatasi persoalan banjir yang terjadi di wilayahnya masing-masing.
Tak terkecuali Kecamatan Medan Maimun yang wilayahnya di lintasan Sungai Deli sehingga kerap menjadi langganan banjir. Menurut Camat Medan Maimun Tommy P Sidabalok, meski pemicu banjir adalah pendangkalan sungai sehingga menunggu Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II melakukan normalisasi, namun pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk menyikapi banjir tersebut.
“Di Kelurahan Sukaraja, ungkap Tommy, tepatnya Lingkungan VIII Jalan Bahagia Gang Sederhana dan Jalan Warna Ujung, solusi awal mengatasi banjir dengan meninggikan bronjong di pinggiran Sungai Deli,” Tommy kemaren.
Kemudian, lanjut Tommy melakukan normalisasi drainase sekunder di Kelurahan Kampung Baru (Lingkungan III/Jalan Brigjen Katamso Pasar Senen Senembah, Lingkungan XIII/Jalan Avros Gg Jawa, Lingkungan XVI & XVII/Jalan Brigjen Katamso Gang Subur Lama).
Lalu di Kelurahan Sei Mati, tepatnya Lingkungan VII Lingkungan VII/Jalan Brigjen Katamso Gang Sempurna & Gang Al Fajar.
Selain itu, kata Tommy, selain normalisasi drainase sekunder, pihaknya juga melakukan normalisasi drainase tersier di Kelurahan Sei Mati (Lingkungan VII/Jalan Brigjen Katamso Gang Bidan, Lingkungan IX/Jalan Brigjen Katamso Gang Merdeka, Lingkungan X & XI/Jalan Brigjen Katamso Gang Barisan, Lingkungan XII/Jalan Brigjen Katamso Gang Kesatria).
Selain itu, papar Tommy lagi, normalisasi tersier di Kelurahan Hamdan (Lingkungan IV/Jalan Multatuli Bawah, Lingkungan VIII/Jalan Pacar Lingkungan, Lingkungan IX/Jalan Teratai Pasiran Lingkungan dan Lingkungan X/Jalan Badur Bawah.
Selanjutnya, menyusul di Kelurahan Aur (Lingkungan II/Jalan Brigjen Katamso Pantai Burung, Lingkungan III/Jalan Mantri serta Lingkungan IV/Jalan Syahbandar).
Sedangkan di Kelurahan Jati, terang Tommy, pihaknya melakukan normalisasi drainase dan inlet dengan membersihkan sampah daun dan sendimen tanah di Lingkungan I/Jalan Sudirman, Jalan H Misbah (Taman Ahoi) dan Jalan Ahmad Rivai.
“Di lingkungan V/Jalan Juanda (bantaran Sungai Deli), kita melakukan gotong royong membersihkan sampah di bantaran sungai dan pembentukan satgas banjir,” kata Tommy.
Selanjutnya Tommy menjelaskan, Kecamatan Medan Maimun terdiri dari 6 Kelurahan yakni Sukaraja, Kampung Baru, Sei Mati, Hamdan, Aur dan Jati. Dari keenam kelurahan tersebut, paparnya, paling rentan banjir di Kelurahan Sukaraja (Lingkungan VIII), Kelurahan Kampung Baru (Lingkungan III, XIII, XVI & XVII), Kelurahan Sei Mati (Lingkungan VII, VIII, IV, X, XI dan XII), Kelurahan Hamdan (Lingkungan IV, VIII, IX & X), Kelurahan Aur (Lingkungan II, III & IV) dan Kelurahan Jati (Lingkungan IV).
“Kawasan ini rentan banjir karena dilintasi langsung Sungai Deli. Untuk studi kasus di Kecamatan Medan Maimun, banjir belum dapat terhandle (ditangani) karena masalah sungai masih menunggu normalisasi BWS Sumatera II. Kita hanya bisa melakukan upaya-upaya pencegahan,” jelas Tommy.
Sementara itu apabila terjadi banjir dan air semakin naik di kawasan yang rentan banjir tersebut, Tommy beserta seluruh jajarannya menghimbau kepada warga yang rumahnya kebanjiran untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi seperti kantor kelurahan, rumah ibadah maupun rumah keluarga yang tempatnya lebih aman guna mencegah jatuhnya korban.P06



















