Kapolres Komitmen Lanjutkan Penyelidikan Pertambangan Emas Tanpa Ijin di Kotanopan

Foto: Barangbukti unit excafator

 

MANDAILING NATAL (Portibi DNP): Sampai saat ini Polres Madina masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal yang telah mengamankan dua unit alat bukti excavator pada Senin (04/03/2024) lalu.

 

Hal tersebut dijelaskan Kapolres Madina, AKBP, Arie Sofandi Paloh, SIK, SH didampingi Kasat Intelkam AKP Romi Manik dan Kasi Humas Polres Madina, Ipda Bagus Seto, SH, MH, kepada sejumlah wartawan Madina yang diundang bersilaturahmi di Mapolres Madina, Senin (18/03/2024).

 

Dua unit excavator ini, menurut Arie didapatkan di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kotanopan, Madina, beberapa waktu lalu.

 

“Saya bersama tim penyidik saat ini terus melanjutkan penyelidikan terhadap kepemilikan dua excavator itu. Dan hingga saat ini, excavator tersebut masih berada di Mapolres Madina. Silahkan lihat saja,” ungkap Arie

 

Menurut Arie, hingga saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan. Namun, Arie meminta maaf karena dirinya tidak bisa membuka kepada media sudah sampai mana proses penyelidikan tersebut.

 

“Kami masih bekerja. Prosesnya nanti setelah selesai penyelidikan kami pasti panggil kawan-kawan wartawan kita buat pers rilisnya,” tuturnya.

 

Arie juga menjelaskan, kronologi operasi PETI yang dilaksanakannya, Senin (04/03/2024) lalu itu berdasarkan perintah langsung dari Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi.

 

Hal ini didasari adanya surat dari Bupati Madina terkait hasil rapat Forkopimda Madina tentang penertiban PETI di Kotanopan.

 

“Pak Kapolda perintahkan saya untuk tindak lanjuti surat dari Bupati Madina. Saya siapkan tim untuk memantau kegiatan di Kotanopan. Begitu kita dapat informasi ada kegiatan, langsung saya ajak tim turun bersama Subdempon,” ungkapnya.

 

Dia pun menegaskan hingga saat ini, berdasarkan perintah dari Kapolda Sumut untuk menertibkan kegiatan ilegal. Khususnya PETI yang sangat merugikan masyarakat jangka panjang. Maka itu, dia akan berusaha mengungkap dan menangkap siapa-siapa saja pelaku kegiatan ilegal tersebut.

 

Kemudian Arie juga menepis adanya isu bahwa dua unit excavator yang ditahan di Mapolres Madina ini akan dilepaskan.

 

“Isu itu terserah saja. Lihat saja di belakang. Hingga saat ini excavator masih terparkir rapi. Jadi, tidak benar kalau saya akan melepaskan excavator tersebut, sebelum penyelidikan usai,” pungkasnya mengakhiri.**

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..