Kadis P2KBP3A Berikan paparan Proyek Perubahan OKSTEP Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

ASAHAN (Portibi DNP); Edi Sukmana, SH, M.Si peserta Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XI Tahun 2024 yang juga merupakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Kabupaten Asahan memberikan paparan terkait Implementasi Proyek Perubahan OKSTEP (Optimalisasi Kolaborasi Stakeholders dalam Penyuluhan) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada tanggal 22 dan 23 Juli 2024 yang bertempat di Aula kantor Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan.

Dalam Kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris, para Kepala Bidang, dan Koordinator Wilayah di 25 Kecamatan.

Proyek Perubahan OKSTEP Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dibagi dalam 3 (tiga) bagian yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Persiapan untuk Implementasi Proyek Perubahan OKSTEP Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana jangka Pendek berlangsung dari bulan Juli sampai September 2024 dengan target penyelesaian terdiri dari Rapat pembentukan tim efektif dalam identifikasi wilayah penyuluhan tanggal 22 dan 23 Juli 2024, Pembentukan SK tim pemetaan wilayah penyuluhan tanggal 24 juli 2024, Turun ke lokasi pemetaan dan survei wilayah pesisir, pinggiran, dan terluar tanggal 25 sd 31 Juli 2024
Rapat pembentukan tim efektif dalam identifikasi wilayah penyuluhan tersebut.

Edi Sukmana menekankan fokus pada wilayah daerah pesisir, pinggiran dan terluar sebab wilayah ini dianggap kurang mendapatkan perhatian terkait Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Proyek Perubahan ini bertujuan untuk optimalisasi kolaborasi stakeholders dalam penyuluhan pengendalian penduduk dan keluarga berencana dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas.

Untuk jangka panjang kedepannya akan dilakukan Langkah-langkah utama dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas dilakukan penyuluhan 8 (delapan) fungsi keluarga kepada masyarakat khususnya daerah pesisir, pinggiran dan terluar dengan mitra kerjasama stakeholders sesuai bidang masing masing stakeholders terkait. Adapun yang dimaksud 8 (delapan) fungsi keluarga yaitu Fungsi keagamaan, Fungsi sosial budaya, Fungsi cinta kasih, Fungsi perlindungan, Fungsi reproduksi, Fungsi pendidikan, Fungsi ekonomi, dan Fungsi pembinaan lingkungan.

Optimalisasi kolaborasi stakeholders dalam penyuluhan pengendalian penduduk dan keluarga berencana diharapkan terjadi perubahan yang dapat bermanfaat bagi semua, baik pemerintah secara umum dan khususnya masyarakat. Diharapkan proyek perubahan optimalisasi kolaborasi dalam penyuluhan pengendalian penduduk dan keluarga berencana dapat terwujud dengan beberapa stakeholders yang dilakukan secara terintegrasi kepada masyarakat di Kampung KB daerah pesisir, pinggiran dan terluar.

Menutup pemaparannya, Edi Sukmana SH, M.Si memohon dukungan dari berbagai pihak termasuk dukungan dari pemangku kepentingan agar dapat tercapainya implementasi proyek perubahan tersebut. AR

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar