SIBOLGA(Portibi DNP): Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kota Sibolga dan sekitarnya turut berdampak pada layanan air bersih. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Nauli, Khairunnas Panggabean, mengungkapkan kondisi memprihatinkan infrastruktur air baku perusahaan daerah tersebut.
Menurut Khairunnas dalam keterangannya di akun media sosial pribadinya, Intake Sarudik dipenuhi oleh kayu gelondongan berukuran besar yang terbawa arus deras saat banjir. Selain itu, Instalasi Pengolahan Air (IPA) juga mengalami kerusakan berat hingga roboh akibat terdampak longsor.
“Mohon doanya agar kami dapat sesegera mungkin memberikan pelayanan yang maksimal di tengah kondisi bencana ini,” tulisnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, pada Kamis lalu—hari kedua pasca banjir—Perumda Tirta Nauli telah membuka dua titik kran umum untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Titik tersebut berada di Kantor Perumda Tirta Nauli Sibolga dan di Jalan D.I. Panjaitan.
Hal ini dilakukan karena air baku dari sumber tangkapan masih bercampur lumpur dan belum dapat diolah secara optimal.
Khairunnas berharap kondisi dapat segera pulih sehingga pelayanan kembali normal. “Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan ketabahan bagi kita dalam menghadapi bencana ini,” pungkasnya.SF
















