Mandailing Natal(Portibi DNP): Forum Mahasiswa Intelektual (FMI) Kabupaten Mandailing Natal memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beserta unsur lintas sektor atas langkah tegas dalam menegakkan Peraturan Daerah.
Apresiasi ini diberikan menyusul penyegelan dua tempat hiburan malam yang berada di Jalan Lingkar Timur, Kayujati dan Darussalam, Kecamatan Panyabungan, pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Menurut Ketua Umum FMI, tindakan yang diambil oleh Satpol PP & Damkar Madina mencerminkan keberanian birokrasi dalam menjaga ketertiban umum dan marwah daerah.
“Langkah tegas Satpol PP Madina merupakan bentuk keberanian birokrasi dalam menegakkan aturan demi menjaga marwah daerah. Kami sangat menghargai itu,” ucap Ketua FMI.
FMI menilai bahwa keberanian tersebut merupakan tanggapan nyata terhadap keresahan masyarakat yang selama ini terusik oleh praktik-praktik usaha yang dinilai bertentangan dengan etika publik dan norma keagamaan.
Pernyataan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab moral dan sosial aparat dalam menjaga tatanan nilai masyarakat Mandailing yang religius dan berbudaya.
Dalam kesempatan yang sama, FMI menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Mandailing Natal atas konsistensinya dalam memberi dukungan moral dan spiritual terhadap perjuangan mahasiswa.
“FUI telah menjadi mitra strategis gerakan intelektual mahasiswa. Dukungan mereka memberikan semangat dan kekuatan dalam menyuarakan kebenaran,” lanjut Ketua FMI.
Baca juga: Drs. Daud Batubara Ditunjuk Jadi Plt Kadis Pendidikan Madina
FMI menilai bahwa kolaborasi yang terbangun antara aparatur, tokoh keagamaan, dan elemen masyarakat sipil merupakan fondasi kuat bagi pembangunan daerah yang bermartabat dan religius.
Organisasi ini juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga akhlak publik, stabilitas sosial, serta nilai-nilai luhur yang telah menjadi identitas masyarakat Mandailing.
“Kami percaya bahwa penegakan hukum tidak hanya soal sanksi, tetapi juga tentang nilai, pesan moral, dan pembinaan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil peran dalam menjaga wajah etis daerah kita,” tutup Ketua Umum FMI.
FMI menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garda terdepan dalam mendorong perubahan sosial berkeadilan serta memperjuangkan nilai-nilai keumatan melalui pendekatan intelektual, dialogis, dan konstruktif.MH
















