Edwin Sugesti : Penyediaan Perahu Karet di Kecamatan Rawan Banjir Menjadi Hal yang Krusial

 

MEDAN (Portibi DNP) : Berangkat dari peristiwa banjir yang melanda hampir diseluruh wilayan Kota Medan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Edwin Sugesti Nasution menyarankkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menyediakan sedikitnya dua unit perahu karet di setiap Kecamatan terutama dikawasan rawan banjir.

“Kebutuhan ini mendesak demi menjamin keselamatan warga saat bencana banjir melanda,”ujar Edwin Sugesti Nasution, di Medan, Senin (1/12/2025).

Menurut Edwin, saat dirinya turun langsung menemui masyarakat korban terdampak banjir di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, masyarakat mengeluhkan lambannya tindakan evakuasi Pemko Medan. Terutama tidak adanya perahu karet untuk mengevakuasi warga khususnya lansia dan anak-anak.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebutkan, penyediaan perahu karet di setiap kecamatan dianggap krusial untuk mengatasi penanganan banjir yang dianggap lamban oleh masyarakat, terutama saat evakuasi warga saat banjir terjadi.

“Ke depan Pemko Medan melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) harus segera menyediakan perahu karet ini. Minimal dua unit setiap kecamatan atau satu unit di setiap kelurahan rawan banjir, hal ini guna mempercepat evakuasi,”katanya.

Legislator daerah pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Medan Tembung, Medan Timur, Medan Perjuangan dan Medan Deli ini mengaku banyak menerima Keluhan dari warga yang terdampak banjir.

Katanya keterlambatan penanganan terjadi karena kurangnya sarana evakuasi, sehingga warga terpaksa menunggu lama untuk diselamatkan.

Untuk itu dengan menempatkan perahu karet di titik-titik rawan bencana akan memastikan bantuan dapat segera dikirimkan begitu banjir terjadi, sehingga mengurangi kepanikan warga.

Selain itu, kata anggota dewan yang duduk di Komisi IV ini lagi, warga terdampak banjir juga mengeluhkan akses kontak darurat yang sulit dihubungi.

“Memang banyak nomor akses kontak darurat baik itu BPBD Medan, BPBD Sumut dan nomor kontak darurat lainnya yang beredar. Tapi, saat dihubungi justru tidak merespon atau tidak aktif sehingga membuat warga semakin panik untuk meminta bantuan evakuasi,” katanya.

Ia menambahkan, dalam kondisi cuaca ekstrem dan ancaman bencana yang semakin meningkat Pemko Medan tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Pemko Medan harus tanggap terhadap ancaman bencana ini. Jika tidak disikapi secara serius, nyawa masyarakat akan menjadi taruhannya,” katanya.

Untuk itu Edwin berharap Pemko Medan dapat mengambil langkah konkret dengan menyediakan perahu karet di setiap kelurahan rawan banjir, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terlatih yang mampu mengoperasikannya secara cepat dan tepat saat terjadi keadaan darurat.

Dikatakan Edwin Sugesti, peristiwa yang terjadi kemaren harus dijadikan pembelajaran, Pemko Medan harus bergerak cepat.

Penyediaan perahu karet dan petugas yang terlatih untuk ditempatkan di setiap kecamatan harus segera dilakukan guna menghadapi bencana yang mungkin akan terjadi kapan saja,imbuhnya.

Diketahui, mulai tanggal 26 malam hingga 27 dan 28, kota Medan mengalami kondisi yang cuaca cukup buruk, hujan melanda kota Medan dan sekitarnya, sehingga menyebabkan terjadinya banjir secara menyeluruh.

Data diperoleh, per Sabtu (29/11/2025) pagi menunjukkan 85.591 jiwa harus mengungsi dari 514 titik banjir ke 305 lokasi, antara lain rumah ibadah, kantor camat, dan lurah serta tempat lain yang dianggap aman.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar