Foto: Korban di KPAD Labura
LABURA (Portibi DNP): Kasus pelecehan seksual di lingkungan sekolah kembali terjadi. Kali ini terjadi di Sekolah Menengah Pertama IT Pesantren Al-Zauhar, Damuli Kebun, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Sedikitnya 6 orang siswa kelas 9 dilaporkan menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh gurunya sendiri berisial M.S
Dugaan pelecehan seksual ini terungkap setelah ke enam siswa tersebut membuat pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labuhanbatu Utara. 6 orang anak yang menjadi korban ini membuat pengaduan didampingi langsung oleh Arifin Hasibuan, pemilik yayasan, Kamis 6 April 2023.
Kepada petugas di kantor KPAD, ke enam korban ini menceritakan, aksi pelecehan seksual itu sudah terjadi sejak bulan September 2022, lalu. Karena takut terhadap pelaku yang merupakan guru pengasuh ini para korban sempat memilih untuk diam.
Pengakuan salah satu korban, pada September 2022 lalu, setelah berhasil melecehkannya, pelaku pun melakukannya hingga berulangkali, sampai korban tidak mengetahui persis berapa kali pelaku melecehkannya. Perbuatan itu selalu dilakukan pelaku di tengah malam, saat para siswa ini tidur di asrama tempat pemondokan mereka.
Sukses menggaulinya, pelaku yang baru saja melangsungkan pernikahan beberapa waktu lalu itu disebutkan semakin berani dan mulai melakukan pelecehan ke beberapa orang temannya. Setelah melakukannya, pelaku kemudian mengancam para korban untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun.
“Kami kan tinggal di asrama, Pak, dan bapak itu selalu melarang kami untuk mengunci pintu. Setiap tengah malam datanglah bapak itu. Di situlah dia melakukannya, ” tutur seorang korban.
Ketua KPAD Labura, Ardiansyah Harahap, SH, kepada Portibi DNP mengatakan, KPAD Labura akan segera menindaklanjuti laporan ini. Direncanakan senin pekan depan, KPAD Labura akan melakukan pendampingan terhadap korban untuk membuat laporan ke Polres Labuhanbatu.
“Ya, senin kita lakukan pendampingan para korban untuk membuat laporan ke Polres Labuhanbatu, ” ujar Dedi, demikian sapaan akrabnya. (NB).




















