Dituding Terima Suap Rp. 1 Milyar, Ketua KPUD Labura : Resiko jadi Pimpinan Lembaga

Foto: Ketua KPUD Labura Adi Susanto

LABURA (Portibi DNP): Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Labuhanbatu Utara (Labura), Adi Susanto, membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan kejahatan pemilihan umum (pemilu) yang belakangan ini santer disebut-sebut dilakukan oleh calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Partai Demokrat, Sabam Sinaga, yang berkompetisi di daerah pemilihan Sumatera Utara II.

Dugaan kasus kejahatan pemilu ini awalnya dilansir oleh sebuah media massa berbasis online, Jurnal Kota. Media ini menyoroti perolehan suara Sabam Sinaga di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labura. Di kecamatan ini, Sabam Sinaga disebutkan meraih sebesar 2.000 lebih suara yang dinilai tidak wajar, karena berbeda dengan hasil yang ada pada penghitungan CC1.

Tak kepalang tanggung, media ini juga menuding Adi Susanto menerima suap senilai Rp. 1 miliar dari Sabam Sinaga. Adi Susanto disebut berperan sebagai aktor yang mengkoordinir Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Targetnya adalah menggelembungkan suara.

Menyikapi tudingan yang diarahkan kepadanya, saat dikonfirmasi Portibi DNP, Selasa 27 Februari 2024, Adi Susanto menanggapi santai. Menurutnya, namanya terseret-seret sebagai resiko dari pimpinan sebuah lembaga.

“ Iya Mas, terseret-seret. Resiko jadi pimpinan lembaga, Mas, “ tulis Adi Susanto, menjawab konfirmasi Portibi DNP.

Ditanya langkah atau upaya yang akan dilakukan KPUD Labura untuk menyikapi tudingan yang diarahkan kepadanya, Adi Susanto menyebut saat ini mereka sedang melakukan kajian.

“ Iya Mas. Ini sedang mengkajilah, “ tutup Adi Susanto. (renz).

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar