Diikuti 222 Atlet dari 32 PTM, Aswindy Fachrizal, Apresiasi Kejuaraan Tenis Meja Triwulan III PTMSI Medan 

 

MEDAN (Portibi DNP) : Kejuaraan Tenis Meja Triwulan III PTMSI Medan resmi digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Veteran, Kota Medan, Sabtu (13/12/2025).

Ajang pembinaan dan kompetisi bagi atlet-atlet tenis meja di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (14/12/2025).

Kejuaraan tersebut diikuti oleh 222 peserta yang berasal dari 32 Perkumpulan Tenis Meja (PTM) se-Kota Medan.

Sejak pagi hari, suasana GOR Veteran tampak ramai oleh kehadiran atlet, pelatih, serta ofisial dari masing-masing PTM.

Para peserta yang turun dari berbagai kelompok usia menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi untuk bersaing secara sportif di lima kategori yang yang digelar, yakni Kategori Tunggal Grade A, Tunggal Grade B, Tunggal Grade C, Tunggal Grade C, Tunggal Grade D, dan Ganda Divisi 11.

Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda rutin PTMSI Medan dalam rangka menjaga atmosfer kompetisi sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan oleh masing-masing klub.

Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Ia menilai, cabang olahraga tenis meja di Kota Medan menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa depan.

“Saya tentu sangat mengapresiasi kejuaraan-kejuaraan yang dibuat oleh cabang olahraga tenis meja di Kota Medan. Saya sangat yakin dari ajang seperti ini akan lahir atlet-atlet tenis meja yang berprestasi,” ujar Aswindy.

Menurutnya, tenis meja menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan lebih serius.

Oleh karena itu, ia mengaku memiliki ekspektasi besar terhadap PTMSI Medan agar terus memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Aswindy juga mengungkapkan pihaknya telah berdiskusi dengan Ketua PTMSI Medan, Bustami Syam, terkait rencana penyelenggaraan kejuaraan tenis meja yang dimulai dari kelompok usia dini. Ia menilai, pembinaan sejak usia dini merupakan kunci utama dalam mencetak atlet berprestasi.

“Saya tadi sudah berdiskusi dengan Pak Bustami agar ke depan bisa dibuat kejuaraan tenis meja dari usia dini. Kita bisa berkaca dari Pulau Jawa, di mana banyak kejuaraan dimulai sejak usia dini. Dengan pola seperti itu, saya yakin ke depan akan lahir atlet-atlet dari Kota Medan yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aswindy optimistis prestasi olahraga Kota Medan, khususnya tenis meja, akan terus meningkat.

Ia menyinggung hasil Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Utara yang digelar beberapa waktu lalu, di mana Kota Medan berhasil tampil sebagai juara umum dengan perolehan 8 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu, mengungguli pesaing terdekat mereka

“Alhamdulillah kemarin di Kejurprov, Kota Medan menjadi juara umum. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kita lakukan sudah berada di jalur yang benar. Saya yakin di ajang Porprovsu tahun depan, Kota Medan bisa kembali meraih medali emas terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara,” katanya penuh optimisme.

Sementara itu, Ketua Umum PTMSI Medan, Bustami Syam, menjelaskan bahwa Kejuaraan Tenis Meja Triwulan III ini sepenuhnya digagas sebagai event pembinaan internal yang melibatkan seluruh PTM di Kota Medan. Menurutnya, kejuaraan ini diselenggarakan dengan semangat kebersamaan.

“Kejuaraan ini didukung oleh PTM-PTM kita. Jadi dari kita untuk kita. Ada iuran bulanan yang dikumpulkan sesuai jumlah anggota di masing-masing PTM,” ungkap Bustami.

Namun demikian, Bustami mengakui bahwa dana yang terkumpul dari iuran tersebut belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan kejuaraan. Dana tersebut, kata dia, sebagian besar hanya dapat digunakan untuk penyediaan hadiah bagi para pemenang.

“Oleh karena itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang secara ikhlas telah menyumbangkan dana untuk mendukung terselenggaranya event ini,” tambahnya.

Bustami juga berharap adanya perhatian dan dukungan yang lebih serius dari Pemerintah Kota Medan serta KONI Medan terhadap PTMSI.

Ia menegaskan pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, konsistensi, serta dukungan dari berbagai pihak.

“Semua ini harus dilatih, tidak ada yang datang secara tiba-tiba. Prestasi itu hasil dari pembinaan yang sungguh-sungguh,” tegasnya.

Ia kemudian menyinggung pencapaian PTMSI Medan pada ajang Kejurprov sebelumnya. Meski dalam kurun waktu sekitar dua tahun PTMSI Medan tidak banyak tampil mencolok, hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten akhirnya membuahkan hasil manis.

“Kemarin di Kejurprov, berkat pembinaan yang sungguh-sungguh dari seluruh PTM, atlet, dan para pelatih, hampir semua medali berhasil kita raih. Memang masih ada 1-2 medali yang lepas ke Kabupaten Asahan yang diperkuat atlet PON, tetapi secara keseluruhan hasilnya sangat membanggakan,” jelas Bustami.

Menatap ke depan, Bustami optimistis PTMSI Medan mampu mengulang bahkan meningkatkan prestasi tersebut pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) mendatang. Namun, ia kembali menekankan pentingnya dukungan dari KONI Medan dan pemerintah daerah.

“Insya Allah di Porprovsu nanti kita bisa mengulang prestasi tersebut. Tentu harapan kami ada dukungan penuh dari KONI Medan dan juga pemerintah agar pembinaan tenis meja di Kota Medan bisa berjalan lebih maksimal,” pungkasnya.

Kejuaraan Tenis Meja Triwulan III PTMSI Medan ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi barometer pembinaan dan kesiapan atlet-atlet Kota Medan dalam menghadapi berbagai kejuaraan di level yang lebih tinggi ke depan.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar