Oleh : Aswindy Fachrizal, SE
Ketua KONI Kota Medan
MEDAN (Portibi DNP) : Kota Medan baru saja menorehkan catatan gemilang. Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke XV Tahun 2025 telah berlangsung dengan sukses.
Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai perayaan semangat, dedikasi, dan kebanggaan bagi seluruh insan olahraga. Dari lapangan hijau hingga gelanggang tertutup, dari tatapan tegang para atlet hingga sorak penonton, satu hal terasa menyala: jiwa juang Kota Medan yang tak pernah padam.
Keberhasilan ini bukanlah kerja satu pihak. Ia adalah hasil sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Medan—terutama dukungan penuh dari Wali Kota Medan, Rico Waas, dan Wakil Wali Kota, Zakiyudin Harahap—dengan KONI, para pelatih, pengurus cabang olahraga, dan tentu saja para atlet yang berjuang dengan sepenuh hati. Di balik setiap medali yang digenggam, tersimpan keringat, waktu, dan tekad yang tak tergantikan.
Namun, keberhasilan Porkot hanyalah permulaan dari perjalanan panjang. Di depan sudah menanti Porprov Sumatera Utara—sebuah panggung yang lebih besar, di mana nama Kota Medan akan kembali diuji.
Di situlah, para atlet harus kembali membuktikan bahwa semangat yang mereka tunjukkan di Porkot bukan sekadar euforia sesaat, melainkan bara yang siap menyala lebih terang.
KONI Kota Medan kini tengah bersiap mengubah semangat menjadi sistem, dan kerja keras menjadi prestasi. Kami percaya, atlet hebat lahir bukan hanya dari latihan keras, tetapi dari ekosistem yang mendukung.
Karena itu, kami berharap dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga dapat semakin kuat—terutama dalam penambahan anggaran pembinaan dan persiapan atlet. Sebab, prestasi tak bisa tumbuh dari semangat saja; ia butuh nutrisi, fasilitas, dan perhatian yang berkelanjutan.
Porkot telah membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang karakter, kolaborasi, dan komitmen terhadap kemajuan daerah.
Dari Porkot, kita belajar bahwa kemenangan sejati adalah ketika semangat sportivitas mengalahkan ego, dan ketika kerja bersama melampaui batas individual.
Kini, tugas kita adalah menjaga nyala itu. Agar setiap langkah atlet Medan di Porprovsu nanti bukan hanya membawa nama, tetapi juga menggambarkan tekad sebuah kota yang ingin selalu jadi juara.
Karena di balik setiap sorak kemenangan, ada pesan yang lebih besar: Medan bukan hanya kuat di arena, tetapi juga bersatu dalam semangat.
“Kemenangan sejati bukanlah di podium, tetapi dalam kesetiaan kita pada proses dan perjuangan.”(Herizal)





















