Bupati Pakpak Bharat Bersama Tim Kunjungi Kebun Durian Di Sukabumi

PAKPAK BHARAT(PortibiDNP): Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor berkesempatan mengunjungi Kebun Durian milik Ir. Al Hilal Hamdi, seorang petani durian di Kecamatan Cikadang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa,(26/03). Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bentuk lanjutan rencana pengembangan Tanaman Durian di Kabupaten Pakpak Bharat yang direncanakan investor dari RRT.

Turut bersama Bupati dalam kesempatan ini diantaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Adei Johan M. Banurea, SP, MP beserta timnya, pemilik kebun durian, Ir. Al Hilal Hamdi dan timnya, beserta Tim dari Kementerian Kemaritiman dan Investasi RI yang menginisiasi kegiatan.

Franc Bernhard Tumanggor beserta peserta lainnya mengamati konsep pertanaman durian dan berbagai tanaman lainnya yang tumbuh subur di lahan seluas 4 Ha tersebut, berdiskusi dan mengikuti penjelasan Ir. Al Hilal Hamdi tentang teknis pertanaman durian.

Semangat dan kemauan, serta kerja keras dan ketekunan mutlak dibutuhkan dalam bertanam durian ini. Kiranya konsep budidaya durian yang baik dapat dengan segera terealisasi di Kabupaten Pakpak Bharat secara bertahap hingga nantinya kebun inti tercapai minimal 50 Ha, ucap I. Al Hilal Hamdi memotivasi.

Senada, Franc Bernhard Tumanggor berharap upaya pengembangan tanaman durian bisa tercapai dengan hasil yang baik di Kabupaten Pakpak Bharat.

Kerjasama pertanaman durian ini kiranya terealisasi dengan baik, agar perekonomian petani yang ikut bekerjasama dapat meningkat, kedepannya bukan hanya 50 Ha tapi terus berkembang agar masyarakat di sekitarnya juga meningkat kesejahteraannya, ini harapan kita, ucap Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor. (ST)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..