Buka Bersama Anak-anak Yatim Piatu, Pj Gubernur Sumut Meneteskan Air Mata, Teringat Masa Kecil

FOTO: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin Berbuka Bersama Anak Yatim Piatu yang diselenggarakan di Halam Masjid Gubernur Sumut, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41, Medan, Kamis (28/3/2024). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut / Imam Syahputra)

MEDAN (Portibi DNP): Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin berbuka puasa bersama anak-anak yatim piatu di halaman Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (28/3). Melihat anak-anak yang sudah tiada orang tua itu, Hassanudin teringat dengan masa kecilnya.

Di hadapan ratusan anak yatim piatu, Hassanudin bercerita bahwa nasibnya sama seperti mereka pada masa kecil. Sejak kelas 3 SD, sudah ditinggal sang ayah. Bersama sang ibu, yang bekerja sebagai petani, Hassanudin tetap semangat menempuh cita-citanya.

“Terus bergiat dan semangat belajar. Saya adalah bagian sama seperti anak-anakku, sudah ditinggal ayah sewaktu masih kelas tiga SD. Saya yakin kalian bisa mencapai impian, cita-cita,” ungkap  Hassanudin, sambil mengusap air matanya yang sempat menetes.

Ia mengatakan, menjadi anak yatim bukanlah pilihan, melainkan sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Anak yatim, sangatlah dimuliakan.

Acara buka puasa tersebut juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Muniruddin. Ia menyampaikan bahwa Ramadan membawa umat kepada ketakwaan, esensinya adalah menjaga diri, pengendalian diri.

“Alhamdulillah, pejabat kita perduli dengan anak yatim. Adik-adik jangan lengah, terus semangat. Bapak Pj Gubernur saja bisa menjadi orang nomor satu di Sumut ini, pasti kalian juga bisa. Seperti pepatah menyebutkan di situ ada kemauan, di situ ada jalan. Niatkan dalam hati,” ucapnya.

Muniruddin juga berpesan, agar adik-adik jangan pernah berhenti untuk menambah ilmu. Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat, yang artinya sejak dalam kandungan sampai akhir hayat.

“Tidak ada istilah berhenti dalam menuntut ilmu. Seperti Nabi Muhammad SAW yang pergi ke Gua Hira, di sana Nabi belajar dengan Malaikat Jibril. Menuntut ilmu adalah wajib, jadi pahalanya juga wajib,” pungkasnya.**

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..