Bela Diri Seni Pernafasan Prana Sakti Telah Hadir di Asahan

Asahan (Portibi DNP): Mungkin sebagian orang tidak mengetahui apa itu Prana Sakti. Prana Sakti bisa merujuk pada sistem bela diri tenaga dalam Islam atau konsep filosofis dari yoga dan tantra. Prana Sakti bela diri adalah seni olah pernapasan yang melatih keimanan, kesehatan, dan kemampuan bela diri, seringkali dengan mengintegrasikan dzikir dan ajaran Islam. Sementara itu, konsep filosofis merujuk pada energi vital (prana) dan energi kreatif feminin (sakti) yang diyakini mengatur segala fungsi fisik, mental, dan spiritual.

Bela diri Prana Sakti adalah:
Fokus: Olah pernapasan melalui dzikir, seperti kalimat tauhid, untuk melatih keimanan dan membangkitkan tenaga dalam.

Tujuan: Mengembangkan keimanan, kesehatan fisik, serta kemampuan bela diri. Metode: Mengombinasikan olah raga (jurus), olah nafas (pengaturan pernapasan dada dan perut), dan olah jiwa (melalui jurus dan dzikir).
Konsep filosofis (Prana Sakti) adalah:
Prana: Merupakan energi kekuatan hidup atau energi vital yang menopang semua makhluk hidup.

Sakti: Berarti energi atau kekuatan, sering diartikan sebagai energi feminin ilahi yang bersifat kreatif dan dinamis.  Prana Sakti: Dalam konteks ini, Prana Sakti adalah perpaduan dari energi kosmik (prana) yang memberi energi pada tubuh dan energi kreatif (sakti).

Hubungan: Ditemukan dalam berbagai tradisi spiritual seperti yoga dan tantra, di mana energi ini dianggap sebagai inti dari keberadaan dan dapat digunakan untuk penyembuhan dan realisasi diri.

Sejarah Prana Sakti Perguruan Bela Diri Tenaga Dalam Islam PRANA SAKTI adalah seni bela diri tenaga dalam warisan leluhur bangsa Indonesia yang jurus-jurusnya baik di tingkat dasar maupun di tingkat terakhir berkembang sedemikian rupa tanpa campuran dari jurus aliran silat manapun baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketika Angkatan 66 bangkit menegakkan Orde Baru, menumpas PKI, tidak sedikit generasi muda yang tergabung dalam angkatan 66 harus berhadapan secara fisik dengan antek-antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketika itu, tampillah seorang pemuda, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Ketua Lasykar Aries Margono. Pemuda tersebut bernama Asfanuddin Panjaitan. Bersama rekan-rekannya, mahasiswa UGM, dengan semboyan kuliah sambil berjuang menegakkan Orde Baru, bergabung dengan seluruh kekuatan Angkatan 66 di seluruh Indonesia.

Pengalaman demi pengalaman yang ia rasakan membuatnya semakin sadar betapa pentingnya ilmu bela diri dalam menghadapi PKI besrta antek-anteknya yang sadis, biadab dan tidak berperikemanusiaan.

Itulah sebabnya, sementara ia memimpin Laskar Aries Margono, bersama beberapa teman seperjuangannya yang lain, ia memperdalam Ilmu Bela Diri Tenaga Dalam Prana Sakti, yang ternyata dikuasainya dengan sangat baik. Ketika itu, ilmu tenaga dalam Prana Sakti belum dilembagakan dalam suatu bentuk perguruan yang resmi. Beliau bersama rekan-rekannya berguru langsung kepada Guru Besar-nya yang berdiam di Yogyakarta.

Sepak terjangnya dalam menumpas antek-antek komunis dalam G 30 S/PKI sangat mengesankan. Itulah sebabnya Asfanuddin Panjaitan pemuda asal Sumatera Utara ini mendapatkan kesempatan dari Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) untuk mengikuti latihan terjun payung komando di Batujajar. Pada waktu itu Komandan RPKAD adalah Sarwo Edie Wibowo.

Setelah anak-anak muda ini selesai mengikuti latihan, mereka dilantik oleh seorang tokoh senior ABRI yang kharismatik, yang kelak dipilih oleh rakyat menjadi Presiden dan bahkan kini bergelar Bapak Pembangunan, Bapak Soeharto. Pemuda Asfanuddin Panjaitan mendapatkan penghargaan dan tercatat dalam Lembaran Negara, karena mendarat tepat pada titik tuju di depan panggung kehormatan.

Waktu berjalan terus, perjuangan demi perjuangan mereka laksanakan bahu-membahu dengan ABRI dan rakyat, hingga pada akhirnya pemuda tadi berhasil menyelesaikan studinya di Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pengalaman demi pengalaman yang didapatkan Drs. Asfanuddin Panjaitan menimbulkan kecintaan yang semakin mendalam terhadap generasi muda. Ia menyadari bahwa untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dibutuhkan generasi muda ang tangguh dan terampil, PKI tidak boleh kembali lagi, ujarnya dengan semangat AMPERA.

Akan tetapi ternyata dilihatnya generasi muda Indonesia menghadapi krisis penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya. Kemerosotan moral itu membuat hatinya gundah. Apakah para generasi muda tidak menyadari bahwa perbuatan tersebut tanpa disadari akan meruntuhkan sendi-sendi bangsa Indonesia.

Sangat boleh jadi dibalik tindakan peredaran narkotika dan obat-obat terlarang itu tersembunyi niat busuk dari bangsa lain yang hendak menghancurkan bangsa Indonesia. Melihat keadaan itu, marahnya kepada PKI dan di sisi lain cintanya kepada generasi muda, membulatkan tekadnya untuk bergerak dalam dunia pendidikan.

Paham komunis dan segala tipu-daya tidak boleh sedikitpun menyentuh jiwa generasi muda. Pemuda harus dibentengi dengan iman dan takwa yang benar-benar terpatri dalam diri dan tercermin dalam segala perbuatan,sikap, tingkah laku, dan pandangan hidup.

Untuk alamat Perguruan Prana Sakti di Asahan beralamat di Dusun III, Desa Subur, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.
Struktur kepengurusan Prana Sakti di Asahan sudah terbentuk dengan Ketua: Ustad Andi Kunefi Lubis, S.Sos.i, Sekretaris Ari Dermawan, SH, MH, Kordinator pelatih Ustad Budi Hartono S.Ag.

Awak media ketika konfirmasi kepada Ketua Prana Sakti Asahan Ustad Andi Kunefi Lubis, S.Sos.i Minggu (02/11/2025) mengatakan Prana Sakti adalah Olah raga olah nafas, olah jiwa disertai dengan dzikir, untuk latihannya Seminggu 2 kali yaitu hari Minggu pagi, hari Rabu sore atau menyesuaikan, dan untuk biaya pelatihan ini infaq, ujar Ustad Andi Kunefi Lubis.

Masih menurut Ketua Prana Sakti Asahan Ustad Andi Kunefi Lubis yang didampingi oleh Sekretaris Ari Dermawan menambahkan bahwa untuk langkah pertama di hari minggu Tanggal 16 November 2025 utusan dari Guru Besar pusat yang berada di Jogjakarta lebih kurang 3 orang senior yang sudah mumpuni ke ilmuwannya beserta dengan beberapa orang lokal yang siap untuk melatih calon anggota Prana Sakti yang baru, dan Anggota Prana Sakti Asahan berjumlah lebih kurang 30 orang beserta anggota Prana Sakti yang sudah ada.
Dari informasi yang didapat rencana latihan perdana dimulai pada Tanggal 16 November 2025 yang bertempat di Stadion Mutiara kisaran, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Untuk yang mau bergabung dan mendaftar sebagai anggota Prana Sakti bisa menghubungi Nomor HP/Wa : 0812 6246 3736 (Ustad Andi Kunefi Lubis). AR

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar