Tapanuli Tengah(Portibi DNP): Banjir bandang melanda Kecamatan Barus dan sekitarnya di Kabupaten Tapanuli Tengah pada Rabu pagi, merusak sejumlah fasilitas infrastruktur di kawasan Sungai Aek Sirahar.
Menanggapi bencana ini, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, SH, MH, segera meminta Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Muhammad Arman Effendi Pohan, untuk memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumut agar segera turun ke lokasi. Permintaan tersebut disampaikan Rahmansyah dalam rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumut untuk Tahun Anggaran 2024.
“Sekda langsung memerintahkan dinas terkait dalam rapat tersebut. Kami juga menginformasikan bahwa dalam R-APBD Tahun 2025, sudah ada anggaran untuk pembangunan perkuatan tebing Sungai Aek Sirahar, yang merupakan titik terjadinya banjir,” ungkap Rahmansyah kepada wartawan usai rapat di gedung dewan.
Rahmansyah menegaskan bahwa Sungai Aek Sirahar adalah tanggung jawab Pemprov Sumut. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan dan mengawal pembangunan secara bertahap. Ia juga mencatat bahwa dalam tiga tahun terakhir, telah dilakukan alokasi anggaran dalam APBD Sumut untuk penguatan tebing di tiga titik, yaitu di Desa Pasar Terendam, Desa Kampung Mudik, dan Desa Aek Dakka, semuanya di Kecamatan Barus.
Sebagai putra daerah Barus, Rahmansyah menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah banjir ini dan berencana untuk turun langsung ke lokasi bersama dinas-dinas terkait.
Sementara itu, Kepala UPT Dinas PUPR Provinsi Sumut Cabang Sibolga, Anto Oppung Sungguh, mengonfirmasi terjadinya banjir di kawasan Barus. Ia menyatakan bahwa dirinya dan staf telah berada di lokasi setelah menerima perintah dari Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut, Topan Obaja Putra Ginting, melalui Sekretaris, Haldun, menyusul permintaan Rahmansyah kepada Sekdaprovsu dalam rapat LKPJ.
Anto juga menegaskan bahwa Dinas PUPR Sumut telah mengalokasikan anggaran dalam APBD Tahun 2025 untuk pembangunan penguatan tebing Sungai Aek Sirahar di Barus, sebagai kelanjutan dari proyek serupa yang telah dilaksanakan di tiga titik sebelumnya.
Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah-langkah untuk menangani dampak banjir dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.SF























