BINJAI (Portibi DNP) : Menanggapi adanya pemberitaan mengenai aksi unjukrasa siswa/siswi dan pernyataan Kepala SMA Negeri 7 Binjai, Khaidir Nasution, di tribunmedan.com, pada hari Rabu (06/11/2024), mengenai adanya kebenaran dugaan pengutipan liar (pungli) dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp50.000, Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemberantasan Korupsi (DPN LPK) Norman Ginting SE, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala SMA Negeri 7 Binjai, Khaidir Nasution.
“Dengan adanya pengakuan Kepala SMA Negeri 7 Binjai, Khaidir Nasution, bahwa benar ada dugaan pungli dana PIP di SMA Negeri 7 Binjai, maka perlu adanya penyelidikan dan pemeriksaan. Panggil dan Periksa Khaidir, tanyakan siapa anggotanya yang diduga melakukan pengutipan,” kata Norman Ginting SE, Rabu (13/11/2024).
Menurut Norman, selain melakukan pemeriksaan pungli dana PIP, APH juga harus memeriksa dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMA Negeri 7 Binjai.
“Jangan hanya dugaan pungli dana PIP saja yang diperiksa APH. Tetapi, dana BOSP yang ada di SMAN 7 Binjai juga harus diperiksa, dari Khaidir Nasution menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 7 Binjai. Sebab, dana BOSP ini diduga juga dikeluhkan oleh siswa/siswi di SMA Negeri 7 Binjai. Selain itu, periksa juga penerimaan uang SPP siswi/siswi di SMA Negeri 7 Binjai. Tanya, kemana saja uang tersebut digunakan, ” ujarnya.
Guna mengetahui kebenaran pernyataan, Khaidir Nasution, di tribunmedan.com, wartawan mencoba melakukan konfirmasi kepadanya lewat pesan WhatsApp.
Sayangnya, hingga berita ini dimuat, Khaidir, belum juga menjawab mengenai kebenaran adanya dugaan pungli di SMA Negeri 7 Binjai.
Sekadar latar, Selasa (05/11/2024), Siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Binjai melakukan aksi unjukrasa.
Aksi dilakukan, diduga karena lambannya penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP), kenaikan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan kondisi sekolah yang tidak terawat.
Mengutip pernyataan Kepala SMA Negeri 7 Binjai, Khaidir Nasution, di Tribunmedan.com, Rabu (06/11/2024), ia mengatakan bahwa aksi unjukrasa yang terjadi karena adanya penyitaan hanphone
“Mulanya, kami melakukan razia handphone murid, karena di handphone mereka gawat-gawat kali, jadi marah mereka karena razia handphone,” kata Khaidir, beralasan.
Lanjut Khaidir, dari razia tersebut pihaknya menemukan video asusila dibeberapa handphone milik murid SMA Negeri 7 Binjai.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga menemukan adanya dugaan saling tukar foto bugil, siswa yang tergabung geng motor, dan judi online.
“Jadi ditunjukkan sama polisi yang hadir semalam,” ujar Khaidir.bNamun, saat diminta wartawan bukti beberapa dokumentasi, Khaidir tak mau memberikan dengan alasan privasi.
Kepala SMAN 7 Binjai ini juga mengaku, jika orang tua murid tak ada yang merasa keberatan, malah mengucapkan terimakasih.
Khaidir juga menyinggung soal masalah dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang disebut-sebut dalam tuntutan murid pada aksi demo tersebut.
“Siapa yang berani mengguit. Katanya ada kena administrasi Rp 50 ribu. Jadi ada anggota yang jahat yang awak tak tau mengutip Rp 50 ribu ke murid,” kata Khaidir.
Artinya, Khaidir mengaku, jika ada anggotanya yang melakukan aksi dugaan pengutipan liar (Pungli).
Lalu, berapakah dana PIP dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMA Negeri 7 Binjai.
Berikut rinciannya yang dikutip dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Tahun 2023 dan situs pip.kemdikbud.go.id Tahun 2024 di SMA Negeri 7 Binjai.
Dana PIP Tahun 2024
Disalurkan
Siswa : 288.
Dana : 436.500.000.
Pemberian
Siswa : 98
Dana : 136.800.000.
Pemberian dari Aktivasi Nominasi
Siswa : 168
Dana : 260.100.000.
Pemberian Relaksasi
Siswa : 22.
Dana : 39.600.000.
RIncian Realisasi Penggunaan Dana BOSP Reguler di SMA Negeri 7 Binjai Tahun 2023.
Saldo Sebelumnya /Silpa (yang dilaporkan ke BKAD) : Rp0.
Saldo sebelumnya/Silpa (yang dipotong oleh Kementerian) : Rp1.450.
BOS Reguler KPPN : Rp.1.392.216.550.
Belanja Operasi : Rp1.198.920.000.
Belanja Modal dan Peralatan Mesin Rp176.400.000.
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya Rp16.900.000.
Total Rp193.300 000.
Total Belanja Rp1.392.220.000.
Sisa Saldo Bank Rp0.
Sisa Saldo Tunai Rp0
Sisa Saldo 2023 (Kemendikbud) Rp0
Bunga Jasa Giro Rp0.
Sisa Saldo 2023 Rp1450.
Pengembalian 2023 Rp0.
Total Sisa Saldo Rp1450. (Tim)



















