MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Antonius Devolis Tumanggor berharap kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan selektif dalam merekrut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Karena jika seleksinya dilakukan dengan baik, tentu hasil yang akan didapat akan baik pula. Sebaliknya
jika berdasarkan titipan dan asal-asalan tentu itu yang menjadi
keprihatinan.
Sebab info didapat dalam waktu dekat KPU Kota Medan merekrut sebanyak 23.226 anggota KPPS yang akan ditempatkan pada 3.318 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kota Medan.
“Untuk itu dalam melakukan
seleksi haruslah berkompeten dan independent, tidak berdasarkan kepentingan, serta tidak pernah bermasalah saat pelaksanaan Pileg dan Pilpres pada waktu lalu,” ucap, Antonius Devolis Tumanggor kepada wartawan Jumat (4/10/24)
Begitu juga dengan petugas KPPS-nya, anggota DPRD Medan dari Fraksi NasDem ini juga mengingatkan agar dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan yang terbaik. Buatlah TPS senyaman mungkin agar warga yang akan menggunakan hak pilihkan berbondong-bondong datang ke TPS.
Antonius yang kembali dilantik menjadi Anggota DPRD Medan periode 2024-2029 ini pun bercerita tentang pengalaman pribadinya saat berada di TPS pada Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif kemarin.
“TPS tempat saya mencoblos tidak nyaman. Saya lama berdiri karena tidak mendapatkan bangku tunggu,” tuturnya.
Antonius juga menyebut laporan di Dapilnya (Dapil 1) juga tidak ada ruang atau bangku tunggu untuk masyarakat. “Banyak yang mengadu kepada saya di Dapil 1,” ucapnya.
Untuk Antonius berharap agar KPU Medan benar-benar memilih orang-orang yang tepat di KPPS. Bukan berdasarkan kepentingan dan titipan.
Diketahui, kata Antonius, dana operasional KPPS di Kota Medan cukup besar mencapai Rp4.814.000 dengan rincian pembuatan TPS Rp2.000.000, penggandaan dokumen Rp500.000, operasional KPPS Rp1.000.000 dan konsumsi di TPS Rp1.314.000. ‘’Anggaran itu cukup besar, bagaimana dana ini digunakan dengan benar,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Antonius menambahkan dalam proses tersebut, kepling dan lurah diminta tidak mencampuri urusan di TPS.
“Lurah maupun Kepling jangan mencampuri. Masalah lokasi TPS sebaiknya berpindah tempat supaya terjadi keadilan di lingkungan,” tandasnya.
Antonius juga menyarankan agar KPU bisa memberikan reward untuk TPS yang terbaik di Kota Medan.
“KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus memperhatikan TPS. Bila petugas TPS menjalankan tugas dengan baik, bisa diberi reward,”pintanya.P06
















