Alokasi Belanja Tak Maksimal, Hendra DS Pertanyakan Progress Sejumlah Proyek Pembangunan di Kota Medan

MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Hendra DS mempertanyakan pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kota Medan di tahun 2023 yang tidak sesuai target.

Sebab, menurutnya daya serap anggaran belanja daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hanya mampu menyerap belanja 68,64 persen atau Rp.988 Miliar dari total Rp1.4 Triliun.

“Meningkatnya pembangunan infrastruktur tidak sejalan dengan daya serap anggaran pada Dinas PUPR. Tentu daya serap alokasi belanja seperti ini jauh dari kata maksimal. Untuk itu kami minta penjelasan apa yang menjadi faktor penyebab tidak maksimalnya serapan anggaran di PUPR,” ujar Hendra Rabu (5/6/2024).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Medan ini juga mempertanyakan progress proyek pembangunan Lapangan Merdeka, Islamic Center, Stadion Teladan dan Stadion Mini Kebun Bunga serta proyek raksasa lain yang ada di Kota Medan.

Begitu juga soal pembangunan trotoar jalan yang terkesan terbengkalai dan semrawut sehingga menganggu kenyamanan bagi para pengguna jalan.

Apalagi, kata Hendra sekarang ini di setiap taman yang ada di persimpangan jalan inti kota sudah berdiri papan reklame berupa vidiotron-vidiotron

“Kondisi ini, selain mengganggu estetika kota, juga bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor,” tandas Sekretaris Fraksi Hanura-PSI-PPP (HPP) DPRD Medan ini.

Tidak hanya itu, Hendra juga mempertanyakan transparansi penyelesaian kasus proyek lampu pocong yang gagal karena pengerjaannya tidak profesional.

“Kami berharap jangan ada lagi proyek-proyek yang kurang menyentuh masyarakat dengan anggaran besar seperti lampu pocong, namun hasilnya nihil, padahal menggunakan uang rakyat,” sebut Hendra.

Hendra pun mempertanyakan tindaklanjut dari proyek lampu pocong yang ada di 1.700 titik dengan anggaran Rp 25,7 miliar tersebut.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar