TAPTENG (Portibi DNP): Dukungan penuh datang dari para abang becak di Kabupaten Tapanuli Tengah terhadap langkah Fraksi Partai NasDem DPRD Tapteng yang memperjuangkan agar bantuan sosial (bansos) untuk penarik becak kembali dianggarkan dalam RAPBD Tahun 2026.
Dalam sikap resminya, Fraksi NasDem meminta Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, untuk menampung kembali program bansos bagi minimal 1.500 abang becak, dengan nilai bantuan sebesar Rp2 juta per orang setiap tahun.
“Kami sangat senang dan mendukung penuh perjuangan Fraksi NasDem. Saat ini kondisi kami sangat sulit. Mencari seratus ribu rupiah saja susah karena penumpang sepi. Kami mohon agar bantuan itu bisa ada lagi demi kelangsungan hidup kami dan keluarga,” ujar Ahmad Kudri Tanjung, salah satu abang becak yang mangkal di Pandan, Senin (20/10/2025).
Menurut Ahmad, program bantuan sosial untuk abang becak sudah tiga kali disalurkan sebelumnya. Pada 2021, di masa kepemimpinan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Darwin Sitompul, para abang becak menerima bantuan berupa bak becak dan sound system.
Tahun berikutnya, Pemkab Tapteng menyalurkan bantuan tunai Rp1 juta per orang kepada 1.000 penarik becak. Sementara pada tahun 2023, di masa Pj. Bupati Sugeng Riyanta, bantuan serupa kembali disalurkan dengan nilai Rp2 juta per orang untuk 1.000 penerima.
Penambahan nilai bantuan saat itu disebut merupakan hasil perjuangan Fraksi NasDem DPRD Tapteng yang menindaklanjuti aspirasi dari Bakhtiar Ahmad Sibarani. Namun dua tahun terakhir, program bansos bagi abang becak tidak lagi dianggarkan.
“Kami sangat berharap Pak Bupati Masinton mau menampung kembali bansos untuk kami para abang becak. Apa yang diperjuangkan Fraksi NasDem itu betul-betul kami butuhkan,” kata Sobri Tanjung, didampingi Firmansyah Nainggolan, Ahmad Pasaribu, dan Sahat Simanungkalit.
Para abang becak juga berharap Bupati Masinton melanjutkan berbagai program pro-rakyat yang telah berjalan baik di masa pemerintahan sebelumnya.
“Jangan ditinggalkan yang sudah baik. Apa yang sudah dijalankan Pak Bakhtiar dulu, tolonglah dilanjutkan. Itu harapan kami kepada Pak Masinton yang slogannya Naik Kelas,” ujar Firmansyah.
Mereka menambahkan, hingga kini rekening bansos mereka di Bank Sumut masih aktif, dengan harapan program tersebut benar-benar kembali digulirkan.
“Semua bantuan dulu ditransfer langsung ke rekening kami masing-masing. Rekeningnya masih aktif sampai sekarang, karena kami tetap berharap ada lagi bantuan sosial untuk kami,” pungkas Firmansyah.SF



















