MEDAN(Portibi DNP): Puluhan elemen masyarakat dari serikat buruh, organisasi kemasyarakatan, hingga advokat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Rabu (30/7/2025). Mereka menuntut aparat kepolisian segera menangkap pelaku teror bom molotov yang menyasar kediaman Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Independen (KSBSI), Fatiwanolo Zega.
Aksi demonstrasi ini dipicu rasa cemas mendalam atas maraknya tindak kekerasan terhadap para pekerja dan buruh di Sumut. Dalam aksi damai itu, massa membawa spanduk dan poster seruan keadilan. Salah satu orator, Thomas Sipayung dari SBSI, menegaskan bahwa teror terhadap buruh sudah sangat mengkhawatirkan.
“Kami meminta Polda Sumut segera menangkap pelaku teror dan memberi perlindungan terhadap pekerja. Jangan sampai nyawa buruh jadi taruhan karena keberaniannya menyuarakan hak,” ujar Thomas lantang.
Fatiwanolo Zega, pimpinan pusat KSBSI, menjadi korban teror bom molotov yang dilempar orang tak dikenal ke rumahnya di Jalan Rumah Potong Hewan, Lorong Purnawirawan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, pada Jumat dinihari (25/4/2025) sekitar pukul 03.49 WIB.
“Rumah saya hampir terbakar. Anak dan istri saya nyaris jadi korban. Sampai sekarang pelakunya masih bebas. Ada CCTV, bukti, dan saksi, tapi polisi belum juga menangkap pelakunya,” ungkap Fatiwanolo dengan nada kecewa.
Menurutnya, aksi teror ini tak lepas dari perjuangannya membela hak-hak buruh. Ia mengaku kini keluarganya hidup dalam ketakutan, sementara dirinya terus dihujani pertanyaan dari para buruh yang resah.
Koordinator aksi lainnya, Faomasokhi Zega dari Dewan Pimpinan Nasional Samaeri Ono Niha, mendesak Kapolda Sumut dan DPRD Sumut turun tangan serius menangani kasus ini.
“Kami sudah melapor secara resmi melalui Laporan Polisi Nomor: LP/B/602/IV/2025/SPKT/Polda Sumut, tertanggal 25 April 2025. Tapi sampai hari ini, belum ada perkembangan dari penyidik,” ujarnya.
Massa menyampaikan aspirasi mereka kepada Kasubag Protokol dan Publikasi Sekretariat DPRD Sumut, M. Sofyan. Ia menyatakan akan meneruskan aspirasi ke pimpinan dan komisi terkait. Sofyan menjelaskan bahwa para anggota dewan sedang berada di luar kota.
Setelah mendengar tanggapan tersebut, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.SF



















