Fraksi Demokrat Soroti Pembangunan Medan Islamic Center Tak Kunjung Selesai 

MEDAN (Portibi DNP) : Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menyoroti pembangunan Medan Islamic Center (MIC) yang hingga saat ini tak kunjung selesai.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Medan Dr H Muslim Harahap MSP pada Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD kota Medan atas Penjelasan Kepala Daerah Terhadap Ranperda kota Medan Tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 di gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Selasa (10/6/2025).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, dihadiri para Wakil Ketua DPRD Medan, pimpinan fraksi, pimpinan komisi, alat kelengkapan dewan serta anggota DPRD Medan lainnya.

Juga hadir dalam rapat paripurna tersebut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekda Kota Medan Wirya Alrahman pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kota Medan.

Baca juga: DPRD Medan Minta Walikota Terapkan Antar Jemput Pelayanan 

Dijelaskan Muslim, banyak laporan dan masukkan dari masyarakat ke Fraksinya, mempertanyakan kapan selesainya pembangunan Medan Islamic Center yang dinilai hingga sampai sekarang tidak terselesaikan. Padahal, pembangunan MIC dimulai sejak tahun 2020.

“Banyak pengaduan dan aspirasi masyarakat ke kami melalui WhatsApp maupun langsung, khususnya kami masyarakat Medan Utara, salah satunya terkait MIC,” kata Muslim.

Mereka bertanya-tanya kapan pembangunan MIC selesai dan bisa digunakan masyarakat. Sebab, pembangunan MIC sudah dilakukan tahun 2020,ungkap Muslim.

Selain persoalan MIC, Fraksi Demokrat mempertanyakan pasar-pasar UMKM yang tersebar di beberapa Kecamatan banyak terbengkalai.

Pasar-pasar UMKM tersebut tidak jelas pengelolaannya, sama siapa diberikan. Ada di Medan Marelan, ada di Medan Tembung dan lainnya.

“Tapi, sampai saat ini masih terbekalai. Tolong nanti dijelaskan siapa yang bertanggungjawab untuk pengelolaannya. Apalagi kita lihat di Lapangan Merdeka di lantai bawahnya ada tempat untuk para UMKM dan siapa pula lagi yang bertanggungjawab dalam pengelolaannya, tolong nanti diperjelas,” pinta Muslim.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar