ASN Labura Korban Phising, Uangnya di Bank Sumut Ludes

 

LABURA(Portibi DNP): Saritua Sagala, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura), menjadi korban kejahatan perbankan (phising). Uangnya sebesar Rp. 4, 4 juta raib dari rekening Bank Sumut miliknya.

Kehilangan uang ini terjadi pada selasa 8 April 2025, sekira pukul 10.00 WIB, dan bermula ketika Saritua menerima panggilan telepon di aplikasi whatsapp. Seseorang mengaku pegawai Direktorat Pajak Indonesia, memintanya untuk melakukan pemutahiran data pajak agar disesuaikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya.

Semula, Saritua tidak menaruh curiga, sehingga ia mengikuti semua petunjuk yang diberikan penelepon. Bahkan Saritua juga sempat mencoba mengirimkan uang sebesar Rp. 10.000 yang oleh penelepon disebut untuk pembayaran e-materai. Namun pengiriman uang itu gagal, aplikasi Brimo miliknya tak bisa diakses karena lupa kata sandi.

Baca: Predator Seks Anak tak Dihukum, KPAD Labura Plintat Plintut

Tak lama usai gagalnya transaksi pembayaran e-materai itu, Saritua mulai curiga lalu memutuskan untuk mendatangi kantor pajak secara langsung. Setibanya di sana, pegawai kantor pajak menjelaskan bahwa Dirjen Pajak tidak pernah menghubungi wajib pajak, apalagi sampai meminta sejumlah biaya. Bahkan pegawai di sana juga sudah menduga bahwa dirinya sudah menjadi korban penipuan dan menganjurkannya untuk segera memeriksa seluruh rekening bank yang dimilikinya.

Mulai merasa curiga dan tak tenang, namun Saritua memutuskan untuk tetap menyelesaikan urusan pemutahiran data pajaknya.

Setelah urusan pajaknya selesai, sembari berjalan keluar, ia pun membuka aplikasi Bank Sumut Mobile miliknya, dan kaget kala mendapati saldonya sudah nyaris habis, hanya tersisa Rp. 28.192,00 saja.

Uangnya ludes, Saritua pun langsung mendatangi kantor Bank Sumut Cabang Aek Kanopan dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Namun ia sangat menyayangkan sikap manajemen Bank Sumut yang terkesan tidak mau bertanggungjawab atas kehilangan saldo yang dialaminya.

“ Saya hanya disarankan untuk membuat laporan keluhan, tanpa kepastian apakah uang saya bisa kembali atau tidak. Sangat disayangkan Bank Sumut memiliki sistem keamanan yang rapuh seperti ini, “ kesal Saritua di hadapan sejumlah wartawan.

Selain itu, ia juga disarankan untuk membuat laporan ke kepolisian, namun lagi-lagi tanpa memberikan jaminan uang miliknya bisa kembali. Sehingga ia memutuskan untuk tak melapor ke polisi.

“ Percuma saja lapor polisi kalau tidak ada jaminan kasus ini akan diproses dan uang saya bisa kembali. Hanya buang-buang waktu saja. Saya hanya berharap agar Bank Sumut memperbaiki sistem keamanannya, supaya kasus serupa ini tidak menimpa orang lain, “ imbuh pria yang bertugas di Badan Penelitian dan Pengembangan Pemkab Labura ini.

Terpisah via telepon, Pimpinan Cabang Bank Sumut Aek Kanopan, Surya Utama, membenarkan terjadinya phising perbankan ini. Surya menyebut, korban sudah datang ke Bank Sumut dan melaporkan kejadian yang menimpanya.

“ Benar bang. Tadi yang bersangkutan sudah datang dan membuat laporan keluhan. Nanti permasalahan ini akan kita laporkan ke pusat untuk diproses ya, bang, “ kata Surya.

Ditanya apakah uang nasabah yang jadi korban pencurian cyber itu dapat kembali atau tidak, Surya Utama tak bisa memberi kepastian.

“ Nanti diproses dulu sama kantor pusat, di sana akan terlihat apakah kesalahan itu ada di pihak bank atau nasabah. Kalau itu terjadi karena kesalahan sistem bank, uang itu pasti kembali, tapi kalau itu terjadi karena kesalahan nasabah yang mengikuti panduan pelaku penipuan, uang itu tidak akan kembali, “ tutup Surya.renz

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar