Catering Digital Dalam Upaya Peningkatan UMKM Kota Kisaran

 

 

Asahan (Portibi/DNP): Kenaikan harga bahan pokok, terutama sembako, berdampak pada pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner. Harga bahan pangan seperti beras dan lainnya mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi ini membuat beberapa pelaku UMKM mempertimbangkan untuk menghentikan usaha mereka karena pendapatan yang tidak sebanding dengan biaya bahan baku. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pengembangan UMKM masih terbatas. UMKM sendiri memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi dan nasional.

Salah satu pelaku UMKM di Kabupaten Asahan yang dikelola oleh Bapak Maulana Dwi Sena adalah usaha kuliner yang berlokasi di JL. Budi Utomo Lingkungan IV Nomor 293, Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Usaha ini bernama Warung Wawa dan masih bertahan hingga kini. Warung Wawa menyediakan layanan seperti catering dan menerima pesanan untuk acara hajatan. Usaha ini dimulai dari bisnis kuliner kecil dengan jumlah pelanggan yang terbatas. Warung Wawa mulai beroperasi pada tahun 2014, dan nama “Wawa” diambil dari nama anak pemilik, Bapak Maulana Dwi Sena. Pada awalnya, usaha ini belum memiliki karyawan. Dari semua usaha kuliner beliau, Hanya Catering yang cukup memperoleh perhatian khusus. Ditambah kurangnya media informasi berupa system sebagai media promosi. Dengan demikian, banyak pelanggan catering mulai membatalkan niat untuk melanjutkan layanan catering, bukan karena rasa atau harga yang mahal, tetapi karena kurangnya informasi seperti pilihan menu, harga catering, serta status keanggotaan pelanggan. Selain itu, kekurangan strategi penjualan dan minimnya pemanfaatan teknologi dalam penyampaian informasi menjadi salah satu penyebab berkurangnya pelanggan. Kondisi ini mengakibatkan penurunan pendapatan pada usaha catering Warung Wawa, dengan satu per satu pelanggan beralih ke alternatif lain. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi dan kreativitas yang ditawarkan oleh UMKM tersebut.

Berdasarkan informasi dari Bapak Maulana Dwi Sena, selaku pemilik Warung Wawa, terdapat beberapa masalah prioritas yang dihadapinya dalam menjalankan usaha tersebut, di antaranya:

1. Pemilik Warung Wawa menghadapi penurunan jumlah pelanggan karena kurangnya kreativitas dalam memanfaatkan teknologi digital, yang berdampak pada berkurangnya pelanggan catering.

2. Pemilik Warung Wawa masih mengandalkan aplikasi WhatsApp dan Facebook untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan. Akibatnya, fitur promosi yang tersedia untuk pelanggan catering menjadi kurang maksimal.

3. Minimnya penerapan dan pemanfaatan teknologi dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan catering Warung Wawa secara efektif.

Dampak yang dialami oleh usaha Warung Wawa selama ini adalah siklus promosi yang monoton dan kurangnya kreativitas dalam memanfaatkan digital marketing untuk menyampaikan informasi. Hal ini memengaruhi minat pelanggan catering, yang akhirnya beralih atau mencari alternatif lain.

Berdasarkan masalah yang dihadapi pemilik dalam menjalankan usaha catering Warung Wawa, beberapa solusi alternatif yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

1. Memanfaatkan teknologi digital dengan membuat website sistem informasi catering Warung Wawa, yang bisa diakses dari mana saja tanpa perlu datang langsung ke warung.

2. Website catering dapat menyediakan informasi seperti daftar menu, permintaan khusus, daftar pelanggan, dan harga.

3. Penggunaan teknologi informasi melalui website akan memudahkan penyampaian informasi secara detail dan mudah dijangkau oleh pelanggan.

2. Memberikan kemudahan bagi pemilik Warung Wawa dalam menyampaikan informasi catering dengan menggunakan website sebagai platform digital.

WORKSHOP & PELATIHAN :

Dalam kegiatan workshop yang diadakan bulan September 2024, Ruri Ashari Dalimunthe, M,Kom selaku ketua pengabdian kepada masyarakat memberikan penyuluhan terhadap pegiat UMKM khususnya Warung Wawa dengan judul kegiatan “Pelatihan Pemanfaatan Website Dalam Peningkatan UMKM Warung Wawa” kegiatan ini dibantu oleh tim pengabdian diantaranya dosen dan mahasiswa, Pada dosen Bapak Endra Saputra, S.E., M.Ak. dan Bapak Dahriansah, M,Kom, Sedangkan pada mahasiswa Bagas kurniawan dan Aditya Novrijal sebagai mahasiswa STMIK Royal yang berpartisipasi membantu teknis pelaksanaan kegiatan.

Bapak Maulana Dwi Sena selaku owner Warung wawa sangat antusian menyambut kegiatan pelatihan ini, tak lupa mengajak seluruh karyawan beliau untuk ikut serta menyaksikan kegiatan worksop yang mencakup banyak aspek digitalisasi dimulai pembuatan website, penjelasan penggunaan website dan bagaimana mengakses website tersebut. Memberikan ide gagasan teknologi informasi dalam menjalankan UMKM khususnya Warung Wawa.

“Saya sangat antusias dalam kegiatan workshop ini, kegiatan ini sangat membantu saya dalam penerapan teknologi untuk menjalankan usaha catering warung wawa dan juga pegiat UMKM lainnya, Saya berterimakasih kepada Dosen STMIK Royal dan adik adik mahasiswa yang sudah banyak membantu dan memberikan gagasan teknologi informasi kepada saya dan karyawan saya dalam mengembangkan usaha. Saya juga berterimakasih kepada Pemerintah khususnya KEMENDIKBUDRISTEK dalam hal ini sebagai dukungan terhadap pegiat UMKM, Harapan saya semoga kegiatan ini terus berlanjut dan tetap mendukung perguruan tinggi khususnya di kabupaten Asahan dalam melakukan Pengabdian kepada Masyarakat”. Ujar pemilik Warung Wawa Bapak Maulana Dwi Sena.

KESIMPULAN:

Penerapan teknologi informasi dengan menerapkan sebuah website yang telah dirancang dapat menjawab keraguan mitra dalam menjalankan usaha mereka. Dengan dilakukannya Pengabdian kepada Masyarakat terhadap mitra bertujuan membantu mitra dalam mempromosikan teknologi informasi khususnya pemanfaatan website ataupun aplikasi dalam mendukung usaha mitra ataupun UMKM lainnya.

Selain peningkatan omset pemasukan serta daya saing juga terhadap pegiat usaha kuliner lainnya dalam menerapkan teknologi informasi bertujuan mampu mendorong perekonomian bisnis mitra. Selain itu, semangat dan sungguh-sungguh mitra dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya mitra dan UMKM lainnya untuk sadar teknologi serta penerapannya dalam bisnis yang mereka jalankan.

“Saya dan TIM Dosen dan mahasiswa tentunya sebagai pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sangat berterimakasih dan mendukung terhadap KEMENDIKBUDRISTEK yang telah membiayai kegiatan ini sehingga kegiatan ini bermanfaat terhadap mitra, Saya dan Tim berterimakasih terhadap mitra yang sudah menerima kami dan memberikan kesempatan dan telah mempercayakan kami sebagai pelaksana acara, Hal ini meningkatkan kualitas mitra dalam kesadaran teknologi digital dalam pemanfaatan website dalam bisnis mitra. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh civitas STMIK Royal yang sudah mendukung kami sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Terakhir terima kasih juga kami ucapkan kepada Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan yang menaungi STMIK Royal dan memberikan dukungan terhadap civitas”. Ujar ketua Pengabdian kepada Masyarakat Ruri Ashari Dalimunthe. AR

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar