Waketum DPN LPK : Ada Yang Ganjil Pada Proses Tender Pasar Tradisional Pangkalan Brandan

 

LANGKAT (Portibi DNP) : Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Pemberantasan Korupsi (DPN LPK) Norman Ginting SE, menilai, ada beberapa keganjilan pada proses tender pasar tradisional Pangkalan Brandan.

Menurutnya, ada pun keganjilan yang ada diantaranya, pada tanggal dan pemenang tender.

“Lihat saja, tanggal tender biaya kontruksi fisik pasar rakyat Pangkalan Brandan dengan tender rehabilitasi pasar tradisional Pangkalan Brandan itu hanya berbeda satu hari saja, dengan peserta yang sama. Yaitu, CV Ainaya dan CV.Chandra Karya Cipta. Lalu, apa mungkin CV.Chandra Karya Cipta tidak hadir saat dilakukan evaluasi pada tender rehabilitasi pasar tradisional Pangkalan Brandan,” tanyanya kepada wartawan, ketika diminta komentar mengenai tender di pasar tradisional Pangkalan Brandan, Rabu (21/08/2024).

Ia juga mempertanyakan tentang pekerjaan mana yang lebih dahulu dikerjakan pada pekerjaan pasar tradisional Pangkalan Brandan.

“Mana lebih dahulu ini, tender biaya kontruksi fisik pasar rakyat Pangkalan Brandan yang terlebih dahulu dikerjakan atau rehabilitasi pasar tradisional Pangkalan Brandan dahulu yang dikerjakan. Sebab, kalau dilihat dari tanggal, rehabilitasi pasar tradisional dahulu yang ditenderkan, bukan biaya kontruksi fisik pasar rakyat Pangkalan Brandan,” katanya.

Oleh sebab itu, ia pun berharap, khususnya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat untuk dapat menjelaskannya.

“Buat Kepala Dinas PUPR Langkat, tolong dong jelaskan apa yang saya pertanyakan ini kepada masyarakat luas. Saya ingin dengar, apa jawaban dari Dinas PUPR Kabupaten Langkat atas pertanyaan saya ini,” ujarnya.

Sekadar latar, pada tanggal 23 Agustus 2023 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat membuka tender biaya kontruksi fisik pasar rakyat Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, dengan kode tender : 5521304.

Biaya kontruksi fisik pasar rakyat Pangkalan Brandan ini berasal dari dana APBN tahun 2023. Dana yang digunakan untuk biaya kontruksi pasar rakyat Pangkalan Brandan ini adalah sebesar Rp. 2.794.000.000,00.

Ada sebanyak 21 peserta yang mengikuti tender tersebut. Namun, hanya 3 nama peserta yang mencuat. Ketiganya adalah, CV.Ainaya dengan harga terkoreksi sebesar Rp. 2.232.799.999,99, CV.Nabila dengan harga terkoreksi Rp. 2.232.800.037,81 dan CV.Chandra Karya Cipta dengan harga terkoreksi sebesar Rp. 2.745.000.000,00.

Berdasarkan hasil evaluasi, CV.Nabila tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi dan CV.Ainaya tidak memiliki bukti kepemilikan peralatan utama untuk waterpass beserta lembar kalibrasi 6 (enam) bulan terakhir tidak ada terpasang.

Maka, pemenang pada tender di atas adalah CV.Chandra Karya Cipta, beralamat di Jalan Eka Melati, No.27 B, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, dengan pemenang berkontrak tidak ada nama.

Sebelumnya, pada tanggal 22 Agustus 2023 Pemkab membuka tender rehabilitasi pasar tradisonal Pangkalan Brandan, dengan kode tender 5519304.

Rehabilitasi pasar tradisional Pangkalan Brandan ini berasal dari dana APBD tahun 2023. Dana yang digunakan untuk biaya kontruksi pasar rakyat Pangkalan Brandan ini adalah sebesar Rp. 3.000.000.000,00.

Ada sebanyak 21 peserta yang mengikuti tender tersebut. Namun, hanya 2 nama peserta yang mencuat. Keduanya adalah, CV.Ainaya dengan harga terkoreksi sebesar Rp. 2.947.000.000,02 dan CV.Chandra Karya Cipta dengan harga terkoreksi sebesar Rp. 2.395.998.399,99

Berdasarkan hasil evaluasi, CV.Chandra Karya Cipta tidak menghadiri undangan klarifikasi kewajaran harga (untuk nilai penawaran dibawah 20 persen) dari HPS.

Maka, pemenang pada tender di atas adalah CV.Ainaya, beralamat di Lingkungan V Paya Mabar Bantenan, Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, dengan pemenang berkontrak adalah CV.Ainaya, beralamat di Lingkungan V Paya Mabar Bantenan, Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat. (BP)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar