Dugaan Pungli Lapak Jalan Trotoar, Dishub Labuhanbatu bilang Begini

Keterangan :  Pedagang yang berjualan dijalan Trotoar Rantauprapat

Labuhanbatu ( Portibi DNP ): Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara angkat bicara terkait adanya dugaan pungutan liar ( Pungli ) sebesar lima ribu rupiah perharinya kepada para pedagang yang berada di jalan trotoar Rantauprapat se Labuhanbatu.

Hal itu sesuai dengan keterangan dari sumber para pedagang yang berjualan dijalan trotoar khususnya di jalan pasar glugur Rantauprapat sekitarnya.

Ironisnya, dugaan pungutan ( Kutipan ) lima ribu rupiah terhadap para pedagang dijalan trotoar tersebut yang sudah lebih kurang dua tahun berjalan itu, tidak diakui oleh pejabat di Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu.

“Kita tidak mengetahui tentang ada dugaan kutipan uang lima ribu rupiah dari para pedagang tersebut. Dan, siapa yang kutip uangnya kita pun tidak tahu itu “, kata sekretaris Dinas Perhubungan Fitra sebagai mewakili Kepada Dinas Perhubungan Labuhanbatu Said Ali Harahap, Senin (06/05/2024).

Pasalnya, dugaan kutipan uang lima ribu rupiah dari para pedagang yang berjualan dijalan trotoar itu, tidak dilengkapi sebagai tanda bukti berupa karcis kutipan kepada para pedagang dijalan trotoar yang dianggap sebagai kutipan uang parkir dipinggir jalan.

Mirisnya lagi, dugaan kutipan dari para pedagang dijalan trotoar tersebut tidak masuk kedalam rekening sebagai pendapatan asli daerah ( PAD ) Kabupaten Labuhanbatu. Dan, sudah selayaknya dilakukan pemeriksaan terhadap para oknum pejabat Dinas Perhubungan Labuhanbatu yang memerintahkan kepada pihak ketiga sebagai pengutip uang lapak pedagang uang berjualan dijalan trotoar tersebut yang dihitung mencapai milyaran rupiah dalam setahunnya.

“Wajar itu diperiksa terkait dugaan kutipan uang lima ribu rupiah tersebut dari para pedagang itu, agar jelas permasalahannya yang sebenarnya, dan kemana uang kutipan itu disalurkan, apakah untuk pribadi oknum tertentu atau kepentingan lainnya “, bilang warga sebagai sumber yang tidak ingin disebut namanya kepada media ini.

Berita : Mora Tanjung.

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar