Bobby Nasution : Distribusi LPG 3 Kg Bersubsidi Tepat Sasaran Perlu Dimantapkan

 

MEDAN (Portibi DNP) : Banyaknya masyarakat memanfaatkan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi sangat mempengaruhi kondisi perekonomian, karena akan semakin besar anggaran yang harus disediakan sehingga perlu pemantapan pendistribusiannya agar tepat sasaran.

Demikian sambutan tertulis Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Emilia Lubis, saat membuka Pemantapan Pendistribusian Subsidi LPG 3 Kg Tepat Sasaran di Kota Medan, Rabu (22/11/2023) di Ruang Bright Gas Kantor Pertamina MOR I Sumbagut.

Dia mengatakan, pemantapan distribusi tepat sasaran ini akan membantu pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan energi sekaligus menjaga kestabilan perekonomian negara.

Dia mengatakan, per tahun 2023 pemerintah melakukan penataan. Pembeli LPG 3 kg wajib memperlihatkan kartu identitas. Harapannya, agar data pembeli dapat terdata dan validitas lebih akurat.

“Selain itu juga, melalui kebijakan yang diberlakukan ini pemerintah akan menyesuaikan kembali data pembeli dengan data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem,” ucapnya dalam kegiatan yang diselenggarakan Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan ini.

Sebelumnya, Kepala Bagian SDA Setdako Medan Mulia Rahmad Nasution melaporkan, kegiatan ini diikuti para agen dan pemilik pangkalan LPG 3 kg.

Bertindak sebagai narasumber dalam acara ini perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Sumut, Hiswana Migas Sumatera Utara, dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Medan.

Ketiga narasumber ini mengetengahkan materi tentang dukungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumut memonitoring pendistribusian LPG 3 kg bersubsidi, langkah Hiswana Migas menuju subsidi tepat sasaran, serta pemantapan pendistribusian.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

‘Tanah Untuk Rakyat’ Pekerjaan rumah untuk Badan Reforma Agraria, harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Banyak rakyat menunggu.. 

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

 

Terkini

Paling Banyak Komentar