LABURA ( Portibi DNP): Berhasil menekan angka terjadinya kasus stunting atau gizi buruk pada anak, namun Pemkab Labura tampaknya masih gagal dalam menciptakan nihilnya angka kematian ibu (AKI).
Baru-baru ini, diduga karena mengalami malnutrisi (kekurangan nutrisi), seorang ibu hamil harus mengalami kematian bersama bayi berusia tujuh (7) bulan dalam kandungannya, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan, Jumat 26 Mei 2023.
Kejadian ini diketahui Portibi DNP dari sebuah unggahan di media sosial facebook dengan nama akun Warta Labura. Akun ini dikenal cukup aktif mengangkat permasalahan sosial di daerah ini.
Dari unggahan ini diketahui, identitas ibu hamil yang meninggal dunia itu adalah Boru Silaen, Warga Desa Parpaudangan, Kecamatan Kualuh Hulu. Disebutkan di sana, Boru Silaen bersama suaminya bermarga Simanjuntak memang hidup dalam kemiskinan. Kondisi hidup inilah yang diyakini menjadi faktor kurangnya asupan gizi saat Boru Silaen ini mengandung.
Boru Silaen meninggalkan empat orang anak yang masih kecil. Anak sulungnya masih berusia 10 tahun dan anak bungsunya masih berusia tiga tahun.
Dari unggahan status ini juga diketahui, selama ini Boru Silaen bersama keluarganya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, baik itu program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan sosial lainnya.
Untuk mengonfirmasi permasalahan ini, Portibi DNP telah menyambangi kantor Dinas Kesehatan Labuhanbatu Utara, namun para petinggi di sana belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangannya. (NB).
















