LABURA(Portibi DNP): Louis David Hutabarat, warga Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukaramai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di PT Agrinas Palma Nusantara. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Keterangan mengenai dugaan keterlibatan anggota TNI tersebut disampaikan Nainggolan, mertua korban, kepada wartawan di Mapolsek Kualuh Hulu. Menurutnya, saat kejadian Louis David Hutabarat tengah melakukan aktivitas menimbang buah kelapa sawit di Dusun Lubuk Pinang sebelum kemudian ditangkap dan diduga dianiaya secara beramai-ramai.
Nainggolan bahkan menyebut dua nama anggota TNI yang diduga terlibat, yakni Budiono dan Buana Deli. Namun, ia mengaku tidak mengetahui dari kesatuan mana kedua personel tersebut berasal.
“Beberapa oknum TNI mengeroyok Louis David Hutabarat di Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukaramai. Korban dipukuli secara beramai-ramai. Di dalam mobil para pelaku juga terdapat senjata tajam berupa parang panjang. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Nainggolan.
Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani Barus, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, para terduga pelaku telah diamankan dan dibawa ke Polres Labuhanbatu.
“Petunjuk pimpinan, pelaku sudah diantar ke Polres,” tulis Citra Yani Barus melalui pesan WhatsApp.
Menanggapi dugaan keterlibatan aparat berseragam dalam kasus yang merenggut nyawa seorang warga sipil itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) 01 Aek Kanopan, Mayor Inf. Parlindungan Sinaga, menyatakan bahwa para terduga pelaku bukan berasal dari satuan TNI yang berada di wilayah Labuhanbatu.
“Bukan dari kesatuan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.
Sementara itu, manajemen PT Agrinas Palma Nusantara Sukaramai memilih bungkam. Upaya Portibi DNP untuk memperoleh penjelasan dari perusahaan pengelola lahan sitaan negara tersebut belum mendapatkan respons. Tidak satu pun pejabat perusahaan bersedia memberikan keterangan. Humas perusahaan, Suhendrik, juga belum menjawab permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, motif maupun kronologi lengkap yang menyebabkan Louis David Hutabarat kehilangan nyawanya masih belum terungkap. Jenazah korban telah dibawa ke salah satu rumah sakit di Rantauprapat untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Informasi terbaru, peristiwa ini memicu kemarahan warga yang berujung pada terjadinya aksi brutal dan tidak terkendali. Warga meluapkan kemarahannya dengan melakukan pembakaran ke sejumlah gedung kantor PT. Agrinas Palma Nusantara, Sukaramai. Sedikitnya ada 3 gedung kantor yang dibakar. (renz).
















