MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan HT Bahrumsyah SH MH menilai, sampai hari ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bachtiar Djafar minim dokter spesialis.
“Sampai hari ini RSUD Bachtiar Djafar minim dokter spesialis, sehingga rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan ini belum optimal dalam memberikan pelayanan,”ungkap Bahrumsyah Rabu (8/4/2026).
Diungkapkan Bahrumsyah, dari sekitar 100 tempat tidur yang tersedia, baru 10 hingga 20 persen yang dapat dimanfaatkan akibat kekurangan dokter spesialis.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga perlu langkah konkret dari Pemko Medan, termasuk pemberian insentif tambahan untuk menarik dokter spesialis,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Ketua Fraksi PAN-Perindo DPRD Medan ini juga mendorong reformasi sistem pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Karenanya Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan ini menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan puskesmas dari yang selama ini berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi promotif dan preventif.
“Puskesmas harus lebih mengutamakan upaya pencegahan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, bukan hanya menunggu pasien datang berobat,” ujar Bahrumsyah.
Selain itu, dia menilai penghapusan ketentuan mandatory spending anggaran kesehatan sebesar 10 persen memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyusun anggaran yang lebih fleksibel berbasis kebutuhan masyarakat.
Ia mendorong agar seluruh Puskesmas di Kota Medan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan dan peningkatan pelayanan.
Bahrumsyah juga meminta evaluasi terhadap tarif retribusi pelayanan kesehatan agar tetap sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.P06



















