Pasca Kebakaran Pabrik Sandal, DPRD Medan Minta Dinkes Buka Posko Layanan Kesehatan

 

MEDAN (Portibi DNP) : Pasca kebakaran hebat yang meluluhlantakkan pabrik sandal Swallow di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Binsar Simarmata mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) turun ke lokasi membantu masyarakat terdampak kebakaran.

Meski api utama telah padam, kepulan asap hitam sisa pembakaran material karet dan bahan kimia masih menyelimuti permukiman di sekitar Kelurahan Tanjung Mulia. Warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan dan mata perih.

“Dinkes Medan kita minta segera turun membuka Posko layanan kesehatan masyarakat. Saat ini warga mulai mengeluhkan dan khawatir kena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) karena menghirup asap pekat dari kebakaran itu,” kata Binsar Simarmata kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Menurut Binsar, kebakaran yang terjadi hampir 30 jam sejak Selasa (20/1/2026) malam, pasti menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan penyakit lainnya. Sebab, material yang terbakar mengandung kimia dan karet.

“Selain Dinkes, Dinas Sosial Kota Medan dan aparat kecamatan dan kelurahan setempat juga harus turun membatu warga, seperti membagikan masker kepada warga agar terhindar dari ISPA dan penyakit lainnya,” ujar Politisi Partai Perindo itu.

Diketahui, kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow terjadi pada Selasa (27/1/2026) malam. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 90 persen bangunan pabrik.

Peristiwa ini menyita perhatian publik karena Swallow merupakan salah satu merek sandal jepit paling legendaris dan melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia selama puluhan tahun.

Di balik peristiwa kebakaran tersebut, nama Swallow dikenal luas sebagai sandal jepit yang telah menemani kehidupan masyarakat Indonesia lintas generasi.

Produk ini identik dengan sandal karet berwarna putih dengan tali beragam warna, yang mudah ditemukan di warung, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan modern.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar