Pelalawan(Portibi DNP): Rencana pembangunan tambahan ruang kelas yang sebelumnya telah masuk dalam dokumen perencanaan menuai sorotan. Pasalnya, meskipun anggaran perencanaan kegiatan tersebut dilaporkan telah tersedia dan digunakan, hingga kini tidak ditemukan adanya pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Berdasarkan hasil penelusuran dan pemantauan di lokasi, tidak terlihat aktivitas fisik pembangunan tambahan ruang kelas sebagaimana yang tertuang dalam perencanaan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya pihak sekolah dan wali murid yang berharap adanya penambahan ruang belajar untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa dana perencanaan telah dialokasikan dalam anggaran, namun realisasi pembangunan tidak berjalan. “Perencanaannya ada, anggarannya juga disebut sudah digunakan, tapi bangunannya tidak ada,” ujarnya.
Situasi tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta transparansi dalam pengelolaan anggaran perencanaan. Seharusnya, setiap dana yang digunakan untuk perencanaan berujung pada tindak lanjut kegiatan fisik, kecuali terdapat alasan teknis atau kebijakan tertentu yang disampaikan secara terbuka kepada publik.
Masyarakat dan pemerhati pendidikan mendesak instansi terkait untuk memberikan klarifikasi resmi, termasuk menjelaskan alasan tidak dilaksanakannya pembangunan meskipun dana perencanaan telah tersedia. Mereka juga meminta aparat pengawas internal maupun eksternal untuk menelusuri penggunaan anggaran tersebut agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai tidak terlaksananya pembangunan tambahan ruang kelas dimaksud.
” Hasil konfirmasi dari pihak sarana pendidikan bagian SD ,mengatakan bahwa anggaran fisiknya di corek ,jadi pake dana apa melaksanakan ,coba tanyakan pihak Bapeda,” ungkapnya.TS





















