SIBOLGA(Portibi DNP): Kota Sibolga masih terisolir akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejak awal pekan. Hingga hari ini, warga mengeluhkan belum adanya bantuan yang diterima dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun pemerintah pusat. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa logistik bantuan masih tertahan di wilayah Tapanuli Tengah, terutama yang masuk melalui Bandara Pinang Sori.
Di tengah kondisi darurat ini, warga juga mempertanyakan kehadiran pemerintah. Kabarnya, Gubernur Sumatera Utara sudah beberapa hari berada di Tapanuli Tengah, namun hingga kini belum ada kepastian kapan akan mengunjungi Kota Sibolga yang sedang menghadapi situasi paling kritis.
Situasi di lapangan kian mencekam. Minimarket seperti Indomaret dan Alfamart dilaporkan telah dijarah warga karena pasokan makanan tidak lagi mencukupi. Gudang Bulog juga ikut habis dijarah setelah stok kebutuhan pokok menipis. Sementara itu, pedagang grosir mulai kehabisan barang dan terpaksa menjual sisa stok dengan harga yang sangat tinggi.
“Kami paling membutuhkan logistik makanan dan minuman sekarang. Semua semakin mahal, dan stok sudah hampir habis,” ujar salah seorang warga melalui pesan yang viral di media sosial.
Selain kekurangan pangan, krisis energi dan komunikasi juga membuat keadaan semakin mengkhawatirkan. “Listrik dan jaringan komunikasi sampai hari ini belum hidup. Kami hanya mengandalkan genset dan koneksi Starlink di dua titik,” lanjut warga itu.
Air bersih, susu bayi, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya makin sulit ditemukan. Warga berharap pemerintah segera menembus akses yang terputus dan membawa bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Tolong kami, Pak! Kami benar-benar butuh bantuan,” seruan warga menggambarkan keputusasaan atas kondisi Sibolga yang semakin kritis.SF
















